URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, menggelar Labuh Agung Sedekah Rawa Pening pada bulan Muharam, Senin (6/7/2026) malam. Warga mengadakan kirab budaya, penyalaan obor, larung sesaji, dan pentas Reog Ponorogo sebagai ungkapan syukur atas rezeki serta keselamatan, sekaligus melestarikan tradisi bagi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai nelayan di Rawa Pening.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Labuh Agung Sedekah Rawa Pening Kembali Digelar, Warga Larung Hasil Bumi dan Perairan sebagai Wujud Syukur

Labuh Agung Sedekah Rawa Pening Kembali Digelar, Warga Larung Hasil Bumi dan Perairan sebagai Wujud Syukur

Labuh Agung Sedekah Rawa Pening Kembali Digelar, Warga Larung Hasil Bumi dan Perairan sebagai Wujud Syukur

Beragam hasil bumi dan perairan Danau Rawa Pening diarak sebelum dilarung dalam acara Labuh Agung Sedekah Rawa Pening di Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Senin (6/7/2026) malam. Foto: IST/dok. warga

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang kembali menggelar tradisi Labuh Agung Sedekah Rawa Pening pada bulan Muharam, Senin (6/7/2026) malam. Tradisi yang dilaksanakan setiap tahun ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas rezeki dan keselamatan yang diperoleh dari Rawa Pening, sekaligus upaya melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kepala Desa Rowoboni, Agus Salim, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang terus dipertahankan sebagai komitmen pemerintah desa bersama masyarakat untuk menjaga tradisi leluhur.

“Labuh Agung Sedekah Rawa Pening ini senantiasa kita adakan setiap tahun sekali pada bulan Muharam. Pemerintah Desa Rowoboni berkomitmen menjaga dan melestarikan budaya agar tetap bisa berjalan turun-temurun sampai kepada anak cucu kita,” ujarnya.

Rangkaian acara diawali dengan kirab budaya, dilanjutkan penyalaan obor, kemudian prosesi larung sesaji ke perairan Rawa Pening. Setelah prosesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni, salah satunya pertunjukan Reog Ponorogo. Sesaji yang dilarung berisi berbagai hasil bumi dan hasil usaha masyarakat di kawasan Rawa Pening, mulai dari jajanan pasar, hasil pertanian, hingga hasil usaha kuliner, wisata, dan perikanan.

“Seluruh hasil tersebut disatukan sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki yang diperoleh warga,” lanjutnya
.
Menurut Agus, tradisi ini memiliki makna spiritual sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa agar masyarakat yang menggantungkan hidup di Rawa Pening senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran, dan rezeki yang melimpah.

“Kita bersyukur kepada Allah SWT karena masyarakat yang mencari nafkah di Rawa Pening selama ini diberikan keselamatan dan kelancaran. Harapannya ke depan para nelayan, petani, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat diberikan hasil yang berlimpah serta penuh berkah,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat juga meyakini tradisi Sedekah Rawa membawa keberkahan bagi aktivitas mencari nafkah di Rawa Pening. Kepercayaan tersebut telah mengakar sejak lama dan terus dijaga oleh masyarakat setempat.

Sekitar 60 persen warga Desa Rowoboni menggantungkan mata pencahariannya sebagai nelayan di Rawa Pening. Profesi tersebut telah diwariskan dari generasi ke generasi, sehingga pelestarian tradisi Sedekah Rawa dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat pesisir Rawa Pening. (win)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved