URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Komunitas Salatiga Keris Ageman Lestari menggelar prosesi jamasan pusaka di halaman Museum Salatiga, kawasan Prasasti Plumpungan, Kamis (2/7/2026), sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara. Dalam kegiatan itu, bakal keris dan tombak diserahkan kepada empu untuk ditempa menjadi pusaka resmi Kota Salatiga, sekaligus melibatkan perawatan puluhan keris dan tosan aji milik masyarakat sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sakral Gelar Jamasan Pusaka, Serahkan Bakal Keris Salatiga

Sakral Gelar Jamasan Pusaka, Serahkan Bakal Keris Salatiga

Sakral Gelar Jamasan Pusaka, Serahkan Bakal Keris Salatiga

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Komunitas Salatiga Keris Ageman Lestari (Sakral) kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya Nusantara melalui penyelenggaraan prosesi jamasan pusaka di halaman Museum Salatiga, kawasan Prasasti Plumpungan, Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut tidak hanya menjadi agenda pelestarian budaya, tetapi juga dirangkai dengan penyerahan simbolis bakal keris dan tombak yang akan dibabar menjadi pusaka resmi Kota Salatiga.

Prosesi penyerahan bakal pusaka dilakukan secara simbolis oleh Ketua Sakral, Nyoto Yulianto, kepada Asisten I Sekretariat Daerah Kota Salatiga, Muh. Nasirudin. Selanjutnya pusaka tersebut diserahkan kepada Empu Ridwan, empu muda asal Tuntang, untuk ditempa menjadi sebilah keris berdhapur Karno Tinanding dan sebuah tombak berpamor Wengkon.

Rangkaian acara diawali dengan kirab tombak pusaka peninggalan era Mataram yang dibawa barisan prajurit bregada. Kirab berlangsung khidmat menuju lokasi jamasan dengan iringan cucuk lampah serta alunan suasana sakral yang semakin menghidupkan nuansa tradisi Jawa.

Setelah itu, tombak pusaka dibersihkan menggunakan air kembang sebelum akhirnya dikeringkan dan dikirab kembali menuju tempat penyimpanannya. Selain tombak pusaka, puluhan keris dan berbagai tosan aji milik anggota Sakral maupun masyarakat juga turut dijamas oleh tim penjamas sebagai bentuk perawatan sekaligus penghormatan terhadap benda-benda pusaka.

Muh. Nasirudin memberikan apresiasi atas konsistensi Sakral dalam menjaga tradisi jamasan. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar prosesi membersihkan pusaka, melainkan juga menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya leluhur yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan pendidikan bagi generasi muda.

“Tradisi jamasan merupakan aset budaya yang patut terus dijaga. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda budaya tahunan Kota Salatiga,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina Sakral, Hartoko Budiono, mengatakan bahwa jamasan merupakan wujud nyata nguri-uri budaya di tengah derasnya arus modernisasi. Menurutnya, pelestarian budaya harus terus dilakukan agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mencintai budaya bangsa. Warisan budaya harus dijaga bersama agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang,” katanya.

Ketua Panitia, Krisna Pradipta, menambahkan bahwa makna jamasan jauh melampaui proses membersihkan benda pusaka. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi momentum refleksi diri untuk membersihkan hati, memperkuat karakter, serta menjaga nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jamasan bukan hanya bertujuan merawat benda pusaka agar tetap lestari, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita untuk membersihkan diri dari hal-hal yang kurang baik, menghormati warisan leluhur, dan terus memperbaiki diri. Masyarakat patut berbangga karena keris telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang harus terus kita lestarikan,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan jamasan pusaka dan penyerahan bakal pusaka Kota Salatiga tersebut, Sakral berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan budaya semakin meningkat. Tradisi ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi media edukasi sekaligus penguat identitas budaya Kota Salatiga.

BACA JUGA :

Pemerintah Kota Salatiga memutuskan menarik surat edaran permohonan bantuan dana untuk peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026. Keputusan yang disampaikan Sekda Muthoin pada Kamis (16/7/2026) itu diambil atas arahan Wali Kota setelah muncul pro dan kontra di masyarakat, dengan tetap menjamin pertanggungjawaban bantuan yang telah diterima serta membuka ruang bagi kontribusi sukarela.
Sempat Gaduh!, Pemkot Salatiga Putuskan Tarik Surat Edaran Permohonan Bantuan Hari Jadi
SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
Proposal permohonan bantuan dana untuk rangkaian peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026 menjadi sorotan setelah beredar di kalangan pelaku usaha dan media sosial. Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah Kota Salatiga pada konferensi pers, Kamis (16/7/2026), memutuskan menarik proposal yang sebelumnya telah tersebar, setelah muncul kritik terkait kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp400 juta di luar alokasi APBD.
Viral di Medsos! Proposal Permohonan Dana HUT RI di Salatiga Jadi Omongan Netizen
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para Ketua PCNU se-Jawa Tengah saat Silaturahim PCNU di Salatiga, Rabu (15/7/2026), sebagai ikhtiar memperkuat persatuan organisasi dan menghadirkan kepemimpinan yang berdaulat, bermartabat, serta bermanfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Silaturahim Bersama PCNU se-Jawa Tengah, Gus Rozin Nyatakan Siap Maju pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029