KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar

Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar

Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar

Petugas Damkar dan BPBD Kabupaten Semarang memadamkan api yang melahap dapur rumah warga Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Kamis (30/7/2026). Foto: Satpol PP dan Damkar Kab. Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Sebuah rumah milik Sarwoto (63), warga Dusun Siroto RT 05 RW 02, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026). Kebakaran diduga dipicu tungku kayu yang masih menyala usai digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.

Lurah Susukan, Suhartono, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 08.20 WIB. Berdasarkan keterangan yang diperoleh di lapangan, pemilik rumah sempat memasak air menggunakan tungku kayu sebelum meninggalkan rumah untuk pergi ke pasar.

“Diduga apinya dikira sudah padam, padahal belum benar-benar mati. Kemungkinan masih ada bara, kemudian terkena angin hingga kembali menyala dan membakar dapur yang sebagian besar masih berbahan papan,” ujarnya.

Menurut Suhartono, api menghanguskan seluruh bagian dapur rumah korban. Beruntung kobaran api tidak merambat ke rumah warga lain karena jarak antarbangunan di sekitar lokasi masih cukup aman.

“Kalau selesai memasak harus dipastikan apinya benar-benar mati. Jangan sampai karena kelalaian yang tidak disengaja justru memicu kebakaran yang bisa membahayakan rumah sendiri maupun tetangga,” katanya.

Suhartono juga mengapresiasi kesigapan warga yang segera melaporkan kejadian kepada ketua RW, perangkat kelurahan, Babinsa, Linmas, serta BPBD dan Damkar sehingga api dapat segera dikendalikan.

“Alhamdulillah warga cepat tanggap. Pak RW yang rumahnya tidak jauh dari lokasi langsung melapor. Pak Camat juga datang ke lokasi bersama kami. Api berhasil dipadamkan sehingga tidak merambat ke rumah lain,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 08.35 WIB. Tim Damkar Posko Ungaran langsung diberangkatkan pada pukul 08.36 WIB dan tiba di lokasi sepuluh menit kemudian.

“Api pertama kali diketahui oleh tetangga korban. Saat petugas tiba, api sudah membesar di bagian dapur sehingga dilakukan pemadaman dan pendinginan. Api berhasil dipadamkan seluruhnya pada pukul 09.30 WIB,” jelasnya.

Anang menambahkan, kebakaran menghanguskan bangunan seluas kurang lebih 6 x 10 meter persegi. Rumah tersebut dihuni dua orang. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah tungku kayu yang masih menyisakan bara api setelah digunakan memasak air.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut, sedangkan kerugian material ditaksir sekitar Rp15 juta,” tandasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
[pekok2]