KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Sambut Pilkada Kabupaten Semarang, 8 Partai Non Parlemen Bentuk Koalisi Baru

Sambut Pilkada Kabupaten Semarang, 8 Partai Non Parlemen Bentuk Koalisi Baru

Sambut Pilkada Kabupaten Semarang, 8 Partai Non Parlemen Bentuk Koalisi Baru

Delapan partai non parlemen di Kabupaten Semarang, yang tidak memperoleh kursi di DPRD pada Pileg 2024, membentuk koalisi bernama Kompaks, dengan tujuan menyamakan visi dan misi untuk pembangunan daerah. Inisiator Kompaks, Ketua Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Nurdin Makruf, menyatakan koalisi ini lahir dari diskusi antarpartai non parlemen untuk tetap membawa suara rakyat, meskipun tidak berhasil masuk parlemen.
Foto: win
Delapan partai non parlemen di Kabupaten Semarang mendeklarasikan Kompaks usai berkonsolidasi di Ungaran, Jumat (21/6/2024) petang.

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Delapan partai non parlemen di Kabupaten Semarang melaksanakan konsolidasi dengan membentuk koalisi yang dinamakan Kompaks. Mereka terdiri dari partai yang tidak mendapatkan kursi di DPRD Kabupaten Semarang pada Pemilihan Calon Legislatif (Pileg) 2024 lalu.

Inisiator Kompaks yang juga Ketua Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Kabupaten Semarang Nurdin Makruf menyampaikan, munculnya koalisi ini bermula dari diskusi kecil antarpartai non parlemen yang memiliki kesamaan pandangan untuk membangun Kabupaten Semarang. Tujuannya untuk menyamakan visi dan misi yang akan menjadi acuan arah koalisi.

“Meski suara kita tidak tembus parlemen, tapi yang kecil ini jangan ditinggalkan. Tetap membawa suara rakyat untuk pembangunan Kabupaten Semarang,” ujarnya ditemui usai deklarasi Kompaks di Cerita Asmara Coffee & Eatery Ungaran, Jumat (21/6/2024) petang.

Dijelaskan Nurdin, dari 8 partai non parlemen yakni PSI, Gelora, Perindo, Prima, Garuda, PBB, PKN, dan Partai Buruh jika ditotal mendapatkan sekitar 30 ribu suara pada Pileg 2024. Ia menyebut, jika dikonversi jumlah suara tersebut sedikitnya mendapatkan 2 kursi.

“Orentasi kita membentuk Kompaks melihat dari partai-partai kecil ini ketika berkoalisi dan berkumpul bersama tentu memiliki potensi besar,” jelasnya.

Ia berharap dari koalisi ini nantinya ada yang mewakili maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tanggal 27 November 2024. Tahapan saat ini mengadakan konsolidasi untuk membangun sinergitas kekompakan, menyamakan visi dan misi khususnya dalam waktu dekat menyambut Pilkada.

“Tentunya kita juga akan mengusung calon yang sesuai dengan misi-misi kami, calon terbaik untuk membangun Kabupaten Semarang lebih baik,” paparnya.

Sementara Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Semarang Aji Manggolo mengatakan Kompaks belum menentukan siapa kandidat Bacabup dan Bacawabup yang akan diajukan dalam Pilkada. Meski demikian sudah ada kesepakatan bersama kandidat nantinya yang mempunyai kesamaan visi-misi yang mementingkan kepentingan rakyat.

“Kita baru berkumpul bersama membangun koalisi. Menggali bersama potensi koalisi menyambut Pilkada. Langkah kita selanjutnya setelah acara ini akan silaturahmi ke ketua partai koalisi Kompaks, bermusyawarah lebih lanjut untuk menentukan arah koalisi,” kata dia. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]