URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Delapan partai non parlemen di Kabupaten Semarang, yang tidak memperoleh kursi di DPRD pada Pileg 2024, membentuk koalisi bernama Kompaks, dengan tujuan menyamakan visi dan misi untuk pembangunan daerah. Inisiator Kompaks, Ketua Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Nurdin Makruf, menyatakan koalisi ini lahir dari diskusi antarpartai non parlemen untuk tetap membawa suara rakyat, meskipun tidak berhasil masuk parlemen.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sambut Pilkada Kabupaten Semarang, 8 Partai Non Parlemen Bentuk Koalisi Baru

Sambut Pilkada Kabupaten Semarang, 8 Partai Non Parlemen Bentuk Koalisi Baru

Sambut Pilkada Kabupaten Semarang, 8 Partai Non Parlemen Bentuk Koalisi Baru

Delapan partai non parlemen di Kabupaten Semarang mendeklarasikan Kompaks usai berkonsolidasi di Ungaran, Jumat (21/6/2024) petang.

Foto: win

Delapan partai non parlemen di Kabupaten Semarang mendeklarasikan Kompaks usai berkonsolidasi di Ungaran, Jumat (21/6/2024) petang.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Delapan partai non parlemen di Kabupaten Semarang melaksanakan konsolidasi dengan membentuk koalisi yang dinamakan Kompaks. Mereka terdiri dari partai yang tidak mendapatkan kursi di DPRD Kabupaten Semarang pada Pemilihan Calon Legislatif (Pileg) 2024 lalu.

Inisiator Kompaks yang juga Ketua Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Kabupaten Semarang Nurdin Makruf menyampaikan, munculnya koalisi ini bermula dari diskusi kecil antarpartai non parlemen yang memiliki kesamaan pandangan untuk membangun Kabupaten Semarang. Tujuannya untuk menyamakan visi dan misi yang akan menjadi acuan arah koalisi.

“Meski suara kita tidak tembus parlemen, tapi yang kecil ini jangan ditinggalkan. Tetap membawa suara rakyat untuk pembangunan Kabupaten Semarang,” ujarnya ditemui usai deklarasi Kompaks di Cerita Asmara Coffee & Eatery Ungaran, Jumat (21/6/2024) petang.

Dijelaskan Nurdin, dari 8 partai non parlemen yakni PSI, Gelora, Perindo, Prima, Garuda, PBB, PKN, dan Partai Buruh jika ditotal mendapatkan sekitar 30 ribu suara pada Pileg 2024. Ia menyebut, jika dikonversi jumlah suara tersebut sedikitnya mendapatkan 2 kursi.

“Orentasi kita membentuk Kompaks melihat dari partai-partai kecil ini ketika berkoalisi dan berkumpul bersama tentu memiliki potensi besar,” jelasnya.

Ia berharap dari koalisi ini nantinya ada yang mewakili maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tanggal 27 November 2024. Tahapan saat ini mengadakan konsolidasi untuk membangun sinergitas kekompakan, menyamakan visi dan misi khususnya dalam waktu dekat menyambut Pilkada.

“Tentunya kita juga akan mengusung calon yang sesuai dengan misi-misi kami, calon terbaik untuk membangun Kabupaten Semarang lebih baik,” paparnya.

Sementara Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Semarang Aji Manggolo mengatakan Kompaks belum menentukan siapa kandidat Bacabup dan Bacawabup yang akan diajukan dalam Pilkada. Meski demikian sudah ada kesepakatan bersama kandidat nantinya yang mempunyai kesamaan visi-misi yang mementingkan kepentingan rakyat.

“Kita baru berkumpul bersama membangun koalisi. Menggali bersama potensi koalisi menyambut Pilkada. Langkah kita selanjutnya setelah acara ini akan silaturahmi ke ketua partai koalisi Kompaks, bermusyawarah lebih lanjut untuk menentukan arah koalisi,” kata dia. (win)

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta Pemerintah Kabupaten Semarang tidak lagi menjadikan pokok-pokok pikiran (pokir) sebagai prioritas pemangkasan anggaran dalam penyusunan APBD 2027 setelah kemampuan keuangan daerah diperkirakan turun lebih dari Rp400 miliar. Permintaan itu disampaikan Senin (13/7/2026), sementara pemerintah menegaskan seluruh usulan pokir tetap harus memenuhi regulasi dan persyaratan administratif sebelum direalisasikan.
Pokir DPRD Kabupaten Semarang 2027 Terancam Dipangkas, Anggota Dewan Siap-Siap Gigit Jari
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tol Bawen–Salatiga Km 452+800 Jalur A, wilayah Kauman Kidul, Sidorejo, Kota Salatiga, Senin (13/7/2026). Sebuah Toyota Innova menabrak bagian belakang truk tronton saat diduga hendak mendahului dari lajur kanan. Akibat kejadian tersebut, pengemudi Innova mengalami luka berat dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.
Innova Tabrak Truk Tronton di Tol Bawen–Salatiga, Pengemudi Alami Luka Berat
Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tol Bawen–Salatiga Km 452+800 Jalur A, wilayah Kauman Kidul, Sidorejo, Kota Salatiga, Senin (13/7/2026). Sebuah Toyota Innova menabrak bagian belakang truk tronton...
DPRD Kabupaten Semarang meminta Pemerintah Kabupaten Semarang tidak lagi menjadikan pokok-pokok pikiran (pokir) sebagai prioritas pemangkasan anggaran dalam penyusunan APBD 2027 setelah kemampuan keuangan daerah diperkirakan turun lebih dari Rp400 miliar. Permintaan itu disampaikan Senin (13/7/2026), sementara pemerintah menegaskan seluruh usulan pokir tetap harus memenuhi regulasi dan persyaratan administratif sebelum direalisasikan.
Pokir DPRD Kabupaten Semarang 2027 Terancam Dipangkas, Anggota Dewan Siap-Siap Gigit Jari
DPRD Kabupaten Semarang meminta Pemerintah Kabupaten Semarang tidak lagi menjadikan pokok-pokok pikiran (pokir) sebagai prioritas pemangkasan anggaran dalam penyusunan APBD 2027 setelah kemampuan keuangan...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB...
Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan...
Astra Infra melalui Resta Pendopo meresmikan Resta SAE Ruang Temoe di Resta Pendopo KM 456 Kabupaten Semarang, Minggu (12/7/2026), sebagai ruang inklusif bagi UMKM difabel dan neurodivergen. Program ini bertujuan memperluas akses pemasaran produk kreatif, mendorong kemandirian ekonomi, serta mendukung keberagaman dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang.
Resta Pendopo KM 456 Luncurkan 'Ruang Temoe', Wadah Karya Spektakuler Difabel
Astra Infra melalui Resta Pendopo meresmikan Resta SAE Ruang Temoe di Resta Pendopo KM 456 Kabupaten Semarang, Minggu (12/7/2026), sebagai ruang inklusif bagi UMKM difabel dan neurodivergen. Program ini...
Muat Lebih

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah