KAWAN PEMANDU JALAN

Pemprov Jateng Segera Koordinasikan Perbaikan Sekolah Rusak, Ombudsman Awasi Dana Rehab Rp18 Triliun

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat perbaikan sekolah rusak yang telah diusulkan, menyusul pendataan kondisi bangunan berdasarkan tingkat kerusakan. Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno menyatakan perbaikan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas, sementara Ombudsman RI mengawasi penyaluran anggaran rehabilitasi sekolah senilai Rp18 triliun agar tepat sasaran.

Bangunan SDN Pendrikan Lor 2 Semarang Rusak Parah, Siswa Terpaksa Belajar Pindah Kelas

Kondisi bangunan SDN Pendrikan Lor 2 di Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, memprihatinkan akibat kerusakan pada ruang kelas, UKS, dan perpustakaan yang disebabkan usia bangunan serta serangan rayap. Demi keselamatan 298 siswa, pihak sekolah terpaksa memindahkan kegiatan belajar mengajar ke ruang lain sambil menunggu perbaikan dari pemerintah setelah pengajuan renovasi belum mendapat tindak lanjut.

Sekda Jateng Minta ASN Terbuka terhadap Kritik demi Tingkatkan Pelayanan Publik

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno meminta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak alergi terhadap kritik masyarakat. Pernyataan itu disampaikan di Semarang, Selasa, sebagai dorongan agar masukan dan pengaduan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta pengawasan Ombudsman guna mencegah praktik maladministrasi.

Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat

Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.

Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.