RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meningkatkan penanganan kebakaran hutan di Gunung Lawu dengan menetapkan status tanggap bencana. Dua helikopter milik TNI dikerahkan untuk mendukung pemadaman melalui udara atau water bombing, sementara penanganan kebakaran di Gunung Sumbing diprioritaskan melalui jalur darat.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan bupati terkait penanganan kebakaran di Gunung Lawu. Ia juga telah mengecek perkembangan penanganan di lapangan.
“Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Sudah ada dua helikopter dari TNI yang nanti operasionalnya oleh BNPB. Kemarin sudah kita lakukan dua kali water bombing,” kata Luthfi.
Menurutnya, pemadaman melalui udara menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi angin kencang dan medan berupa lembah yang menyulitkan proses pemadaman. Karena itu, operasi akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi di lapangan.
Sementara itu, penanganan kebakaran di Gunung Sumbing direncanakan melalui jalur darat. Luthfi juga telah menginstruksikan jajaran terkait agar helikopter dapat dialihkan ke Gunung Sumbing apabila operasi water bombing di Gunung Lawu masih mengalami kendala.
“BNPB provinsi sudah saya perintahkan, kalau water bombing di sana masih terdapat problem, geser ke Sumbing. Sehingga dua tempat ini bisa kita atasi bersama-sama,” ujarnya.
Selain mengintensifkan pemadaman, Luthfi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah munculnya titik api baru di kawasan hutan. Ia meminta warga tidak meninggalkan api saat melakukan aktivitas pembakaran dan memastikan puntung rokok tidak menjadi pemicu kebakaran.
“Saya sudah koordinasikan dengan jajaran Polda untuk melakukan penyelidikan jika ada unsur kesengajaan di sana, sehingga mempunyai efek jera kepada mereka yang melakukan pembakaran,” tandasnya. (win)









