KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Mabuk Dan Bawa Sajam, Pria Asal Kuningan Hendak Bacok Bapaknya

Mabuk Dan Bawa Sajam, Pria Asal Kuningan Hendak Bacok Bapaknya

Mabuk Dan Bawa Sajam, Pria Asal Kuningan Hendak Bacok Bapaknya

SEMARANG – Tim Elang Utara Polsek Semarang Utara mengamankan pria mabuk di kawasan perlintasan rel kereta api atau Palang daerah Layur, Semarang Utara dekat kawasan Kota Lama pada Minggu (31/10/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.

Pria tersebut bernama Soni (20) warga Kuningan, Kecamatan Semarang Utara pertama kali dilaporkan lantaran meresahkan karena pengaruh alkohol serta membawa dua senjata tajam (sajam). Setelah kepolisian tiba dilokasi, ia diketahui akan membacok bapaknya sendiri.

“Saat diamankan masih kondisi mabuk, dan membawa dua senjata tajam, di kanan kiri. Informasinya, dia mencari bapaknya, katanya mau dibacok,” ungkap Katim Elang Utara, Polsek Semarang Utara, Aiptu Agus Supriyanto kepada wartawan.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara, Iptu Yohanes Agus Sartono mengatakan, telah melakukan pemeriksaan terhadap Soni. Selanjutnya, Soni langsung digelandang ke Mapolsek Semarang Utara untuk dilakukan pemeriksaan.

“Awalnya kita mendapatkan laporan adanya orang membawa senjata tajam. Dia (Soni) itu mau menganiaya orangtuanya (bapaknya),” tuturnya.

Sedangkan ia menjelaskan, alasan pria berambut semir itu hendak menganiaya bapaknya lantaran tak terima karena sering cekcok dengan ibunya.

“Karena sering berantem (bapaknya) sama ibunya. Jadi intinya masalah keluarga,” tambahnya.

Mengetahui permasalahan tersebut, lanjut dia, pihaknya memanggil kedua orangtua Soni agar hadir di Polsek Semarang Utara  untuk dimintai keterangan. Kejadian tersebut, telah diselesaikan secara kekeluargaan dan pihak bapak Soni tidak menuntut kejalur hukum.

“Kita lakukan restoratif justice. Sekarang yang bersangkutan (Soni) sudah kita pulangkan dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya,” imbuhnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]