KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Diklaim Jadi Penyebab Banjir, Satpol PP Semarang Bongkar Puluhan PKL Di Kawasan Terminal Terboyo

Diklaim Jadi Penyebab Banjir, Satpol PP Semarang Bongkar Puluhan PKL Di Kawasan Terminal Terboyo

Diklaim Jadi Penyebab Banjir, Satpol PP Semarang Bongkar Puluhan PKL Di Kawasan Terminal Terboyo

SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang membongkar puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Terminal Terboyo yang terletak di Kelurahan Terboyo Wetan, Kecamatan Genuk pada Kamis (13/1/2022).

Kepala Satpol PP Semarang, Fajar Purwoto menyebut, pembongkaran ini dilakukan lantaran bangunan sebanyak 38 yang dibongkar itu diklaim sering menjadi penyebab terjadinya banjir di daerah tersebut.

“Bangunan disini ini menyebabkan banjir di jalan raya depan (jalan kaligawe raya). Kemarin DPU (dinas pekerjaan umum) sudah komunikasi dengan kita untuk pembongkaran bangunan,” ujar Fajar usai kegiatan.

Fajar menyebut kegiatan ini sudah sesuai dengan Perda Kota Semarang No.3 Tahun 2018 Tentang Pedagang Kaki Lima mengenai saluran air yang tidak boleh dijadikan tempat untuk berdagang maupun tempat tinggal.

Ia mengingatkan kepada pedagang maupun seluruh warga Semarang gar tak nekat mendirikan bangunan apapun di tempat-tempat yang bisa menjadi penyebab banjir.

“Kalau banjir terus nanti yang disalahkan Pemerintah setempat. Makanya saya minta warga untuk tertib,” paparnya.

“Walikota sudah membangun Semarang dengan insfraktruktur dengan dana triliunan. Tapi kok malah pedagang membangun lapak seenaknya. Makanya kita bongkar,” bebernya.

Sementara itu, Salah seorang pedagang, Bowo (70) mengaku tak terima bangunan lapaknya dirobohkan. Sebab ia mengaku belum ada pemberitahuan awal terkait pembongkaran ini.

“Sama sekali belum ada pemberitahuan. Hanya tadi malam ada pak Polisi yang memberitahu kalau hari ini akan ada Satpol PP,” imbuhnya.

Menurutnya, sebelum melakukan pembongkaran terhadap lapak PKL, Satpol PP perlu memikirkan permasalah nasib pedagang ketika usahanya tidak lagi berjalan.

“Saya tinggal disini sudah tiga tahun. Saya ini orang menderita kok diperlakukan kayak hewan,” ungkapnya.

Kabar Terkini

POPULER

Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
BMKG memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Sabtu, 26 September 2026, didominasi cerah hingga berawan. Hasil observasi di Semarang pukul 05.30 WIB mencatat suhu 26,9°C dan kelembapan 72 persen, dengan angin tenggara 9 km/jam. Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah pegunungan, dataran tinggi, dan sekitarnya.
26 September 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Jateng Berpotensi Hujan di Pegunungan
Pemkab Semarang memanfaatkan ganti kerugian aset daerah terdampak Tol Jogja-Bawen senilai sekitar Rp112 miliar untuk membangun fasilitas publik di Bawen. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan pembangunan dilakukan dalam bentuk tanah dan bangunan pengganti, meliputi kantor kelurahan, RTH, balai RW, serta gedung TK dan SD yang terdampak proyek tol.
Rp40 Miliar Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen Disulap Jadi Fasilitas Publik di Bawen, Ditarget Rampung Februari 2027
[pekok2]