KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pembunuhan Dan Pembuangan Jasad Bidan Ke Bawah Jembatan Tol Semarang-Bawen Jalani Rekonstruksi, Ini Fakta Barunya 

Pembunuhan Dan Pembuangan Jasad Bidan Ke Bawah Jembatan Tol Semarang-Bawen Jalani Rekonstruksi, Ini Fakta Barunya 

Pembunuhan Dan Pembuangan Jasad Bidan Ke Bawah Jembatan Tol Semarang-Bawen Jalani Rekonstruksi, Ini Fakta Barunya 

SEMARANG – Pelaku pembunuhan dan pembuangan jasad bidan Sweetha Kusuma Gatra Subardiya (32) menjalani adegan rekonstruksi aksi kejinya untuk memenuhi kelengkapan berkas dalam proses hukum di pengadilan.

Pelaku bernama Donny Christiawan Eko Wahyudi (31) menjalani 30 adegan pembunuhan mulai dari menghubungi korban dan menjemputnya kemudian membunuh hingga membuang jenazah di bawah Jembatan Tol Semarang – Bawen.[irp posts=”35358″ name=”Kasus Pembunuhan dan Pembuangan Jasad Ibu Anak Ke Tol Semarang-Bawen, Polda Jateng Berikan Pendampingan Psikolog Bagi Keluarga Korban”]

Reka ulang disaksikan langsung oleh Jaksa dan pengacara mulai dari pelaku menghubungi korban untuk membawa sarung saat bertemu di Semarang. Adegan itu dilakukan di Mapolda Jateng dengan petugas menemukan fakta baru bahwa salah satu adegan menyebutkan sarung yang dibawa korban awalnya dimaksudkan untuk menggantung korban dan pelaku tidak membantah hal itu.

Sebelum kw hotel, pelaku dan korban bertemu di depan salah satu Alfamart daerah Sukun, Kecamatan Banyumanik. Di sana pelaku menjemput korban dengan mobil sedang warna hijau lemonnya kemudian membawa ke hotel di daerah Jalan dr. Wahidin. Hotel tersebut berkonsep garasi mobil di lantai bawah dan ada kamar di lantai atasnya.

Setelah parkir dan garasi mobil ditutup, keduanya ke kamar. Saat itu Donny justru mengaku sempat melihat rajah atau semacam jimat dengan namanya di kamar mandi.

“Di kamar mandi nemu surat. Saya tanya. Kok ada kayak rajah tulisan Arab ada nama  saya. Dia bilang ‘bukan, aku tidak pernah musrik’. Terus dia tanya soal anaknya,” ujar Pelaku di sela rekonstruksi, Kamis (7/4/2022).

Menurutnya bukan itu yang membuatnya akhirnya membunuh Sweetha saat itu juga. Ia mengaku panik saat terus ditanya keberadaan anak Sweetha, Muhammad Faeyza (4) yang sudah dibunuh sebelumnya di rumahnya daerah Rembang.

“Ngobrol, terus dia nanyai (keberadaan) anaknya terus,” ujarnya.

Pada adegan ke-14, Donny menindih Sweetha yang saat itu hanya memakai dalaman merah. Leher korban dicekik dan sempat melawan dengan meronta namun akhirnya meregang nyawa. Pelaku kemudian mengambil jilbab korban dan melilitkan di leher korban.

Pelaku kemudian memakaikan celana dan membungkus jenazah korban dengan sarung yang dibawa korban. Ia lalu menggotong jenazah dan memasukkan ke mobil bagian jok belakang.

“Usai memasukan jasad ke mobil saya sempat naik (ke kamar) untuk makan telur saja” terangnya.

Selanjutnya, pelaku kembali menaiki mobil dan mencari tempat membuang dan menemukan tempat sepi yang jaub dari pemukiman yaitu dibuang dari atas Jembatan Susukan tol Semarang -Bawen KM 425. Adegan terakhir yaitu pelaku membuang jenazah korban dari ketinggian lebih dari 20 meter.

“Kita melaksanakan berbagai adegan dimana adegannya ada 30 adegan yang bertujuan men singkron kan antara BAP, barang bukti, maupun keterangan saksi, maupun keterangan tersangka,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Djuhandhani Rahardjo Puro di tol Semarang-Bawen KM 425.

Hingga saat ini reka ulang dan keterangan sudah sesuai. Termasuk membuktikan rencana pembunuhan dengan meminta korban membawa sarung. Meski pada akhirnya eksekusi dilakukan dengan mencekik.

“Fakta yang kita dapatkan bahwa dia merencanakan pembunuhan denga digantung namun yang dilaksanakan adalah dengan dicekik,” ujarnya.

Terkait pembunuhan anak Sweetha, lanjut Djuhanhdani, penanganannya dilakukan terpisah. Saat ini rekonstruksi di lakukan untuk kasus Sweetha.

“Terpisah, ini rekonstruksi terkait korban Sweetha, kita melakukan berbagai adegan, ada 30 adegan,” jelasnya.

Untuk diketahui, Sweetha dibunuh tanggal 7 Maret 2022 setelah terus menanyakan keberadaan anaknya yang dititipkan kepada Donny sejak akhir tahun 2021. Donny membawa anak Sweetha ke rumahnya di Rembang dan ternyata dia masih terikat pernikahan yang juga memiliki seorang anak.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]