KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kunjungan Secara Tatap Muka Bagi Napi di Lapas Semarang Kembali Dibuka

Kunjungan Secara Tatap Muka Bagi Napi di Lapas Semarang Kembali Dibuka

Kunjungan Secara Tatap Muka Bagi Napi di Lapas Semarang Kembali Dibuka

Moment keluarga berkunjung secara tatap muka menjenguk saudaranya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang, Selasa (12/7/2022).

SEMARANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali membuka kunjungan tatap muka bagi keluarga yang ingin menjenguk saudaranya pada saat sedang menjalani masa tahanan, Selasa (12/7/2022).

Kunjungan tatap muka itu dibuka setelah dua tahun terjadinya Pandemi Covid-19 di Indonesia sehingga kunjungan hanya dapat dilakukan virtual melalui video call. Kepala Lapas Semarang, Tri Saptono Sambudji mengatakan, kunjungan tatap muka itu mulai dibuka sesuai arahan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-12.HH.01.02 Tahun 2022 Tentang Penyesuaian Mekanisme Terhadap Layanan Kunjungan Secara Tatap Muka Dan Pembinaan Yang Melibatkan Pihak Luar.

“Alhamdulillah, mulai hari ini warga binaan di Lapas bisa melepas rindu dengan keluarga secara langsung bertatap muka. Tercatat ada 135 warga binaan yang dikunjungi oleh keluarga mereka,” jelasnya.

Meski dilakukan tatap muka, pastinya terdapat beberapa ketentuan dan peraturan yang harus ditaati pengunjung dalam mengunjungi narapidana seperti tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Layanan kunjungan secara tatap muka dilaksanakan secara terbatas dengan beberapa ketentuan, diantaranya pengunjung merupakan keluarga inti dari narapidana,” bebernya.

Sementara Penasihat hukum dibuktikan dengan surat kuasa dan untuk perwakilan kedutaan besar khusus bagi narapidana warga negara asing.

“Selain itu setiap warga binaan hanya dapat kesempatan terima kunjungan 1 kali dalam 1 minggu. Pengunjung juga telah menerima vaksin ketiga yang dibuktikan dengan aplikasi peduli lindungi,” paparnya.

Kalapas menambahkan, bagi pengunjung yang belum menerima vaksin secara lengkap, wajib menunjukkan hasil swab antigen dengan hasil negatif atau surat keterangan dari dokter instansi pemerintah. Dan bagi warga binaan yang belum vaksin, kunjungan dilaksanakan secara virtual.

Meski ketat dengan penerapan protokol kesehatan, pihak keluarga mengaku puas dengan pelayanan para petugas di lapas. Dan tak menghalangi mereka untuk melepas rindu setelah sekian lama tak bertemu, karena pandemi Covid-19.

“Terima kasih, akhirnya saya bisa bertemu suami saya. Tertumpah semua kangen saya hari ini. Walau hanya dua puluh menit tapi gak apa-apa, saya sudah bahagia bisa melihat kondisi suami saya baik-baik disini,” ungkap salah satu istri narapidana, Ani saat melakukan kunjungan.

Sebagai informasi waktu kunjungan dapat dilakukan setiap Selasa untuk blok A, B dan C dan Kamis untuk blok D, E serta blok F. Sedangkan pada hari Sabtu untuk blok G, H, I, J dan L pada pukul 08.30 sampai batas pukul 11.30 WIB dengan jam kunjungan maksimal 20 menit.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
[pekok2]