URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Salatiga Festival Bisnis dan Bazaar UMKM 2024 digelar di Lapangan Pancasila, Kota Salatiga, pada Sabtu (21/09/24) malam, dengan tujuan memperkuat perekonomian melalui sektor UMKM dan menjadi ajang bagi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah untuk menampilkan hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Karya Warga Binaan Warnai Salatiga Festival Bisnis 2024

Karya Warga Binaan Warnai Salatiga Festival Bisnis 2024

Karya Warga Binaan Warnai Salatiga Festival Bisnis 2024

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah Tejo Harwanto hadir dalam Salatiga Festival Bisnis dan Bazaar UMKM 2024 yang digelar di Lapangan Pancasila, Kota Salatiga, pada Sabtu (21/09/24) malam,
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Salatiga Festival Bisnis dan Bazaar UMKM 2024 yang digelar di Lapangan Pancasila, Kota Salatiga, pada Sabtu (21/09/24) malam, menjadi ajang istimewa bagi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah untuk menampilkan hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Stand khusus yang dipersembahkan Kemenkumham Jateng tersebut turut memeriahkan acara yang bertujuan memperkuat perekonomian melalui sektor UMKM.

Kepala Divisi Administrasi (Kadivmin) Kemenkumham Jateng, Anton E Wardhana, mewakili Kepala Kantor Wilayah, Tejo Harwanto, hadir langsung dalam pembukaan festival. Acara ini dibuka secara resmi oleh Penjabat Walikota Salatiga, Yasip Khasani.

Bahkan secara langsung mendukung penuh kegiatan yang sangat bermanfaat dalam upaya memperkenalkan hasil karya WBP kepada masyarakat luas khususnya diwilayah Kota Salatiga.

Kadivmin Kemenkumham Jateng, Anton E Wardhana, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung Salatiga Festival Bisnis 2024.

“Acara ini menjadi momentum penting untuk kebangkitan UMKM sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional dan pemberdayaan masyarakat,” tegas Anton. Menurutnya, melalui festival ini, diharapkan UMKM dapat berkembang lebih adaptif dan inovatif serta mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Anton juga menyoroti pentingnya kehadiran stand yang menampilkan hasil karya WBP. “Produk-produk kerajinan yang dihasilkan oleh warga binaan, seperti kerajinan tangan, tidak hanya bermanfaat secara ekonomis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pengembangan keterampilan mereka. Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal yang berharga ketika mereka keluar dari lapas atau rutan, sekaligus berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” jelasnya.

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga