KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Natal dan Tahun Baru, Harga Ayam Potong di Salatiga Merangkak Naik

Natal dan Tahun Baru, Harga Ayam Potong di Salatiga Merangkak Naik

Natal dan Tahun Baru, Harga Ayam Potong di Salatiga Merangkak Naik

RASIKAFM.COM |SALATIGA  – Natal dan tahun baru 2023, harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional di kota Salatiga, mulai merangkak naik sejak satu minggu ini. Kenaikan harga ini berkisar Rp 4000 per kilogramnya, dan diperkirakan harga akan terus naik hingga awal tahun baru 2023 tiba.

Pantauan rasikafm.com harga daging ayam sebelumnya 28 ribu per kilogram, kini naik menjadi 32 ribu. akibatnya daya beli warga berkurang.

Rusiti Budiati salah satu penjual ayam potong mengaku kini ia terpaksa mengurangi penjualan, jika sebelum harga naik dia mampu menjual hingga dari 150 kilogram ayam potong, namun kini turun 40 persen dan hanya menjual sekitar 80 kilogram saja.

“ kenaikan harga ayam potong ini akan terus meningkat mengingat permintaan masyarakat yang tinggi saat perayaan natal dan tahun baru 2023” ujar Rusiti.

sementara itu naiknya harga ayam potong ini langsung dikeluhkan sejumlah pembeli, Enike Puspaningrum misalnya, warga Blotongan ini sedianya akan membeli daging ayam potong untuk kebutuhan natal, dalam jumlah banyak, namun ia terpaksa mengurangi belanja ayam potong karena uangnya tidak cukup.

“ya mau bagaimana lagi mas, sekarang harga ayam potong naik, sementara pendapatan suami tidak naik” ujarnya pasrah.

Rusiti saat diwawancarai wartawan

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]