URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kesiapan infrastruktur dan pengamanan Nataru. Gubernur Ahmad Luthfi meninjau Rest Area KM 429 A Ungaran, Tol Semarang–Solo, Selasa (23/12/2025), untuk memantau arus lalu lintas. Langkah ini dilakukan demi keselamatan perjalanan, kelancaran mobilitas, serta mitigasi bencana selama libur Natal dan Tahun Baru.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Arus Nataru Relatif Normal, Gubernur Ahmad Luthfi Tekankan Kesiapsiagaan Bencana

Arus Nataru Relatif Normal, Gubernur Ahmad Luthfi Tekankan Kesiapsiagaan Bencana

Arus Nataru Relatif Normal, Gubernur Ahmad Luthfi Tekankan Kesiapsiagaan Bencana

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau Pos Pelayanan Rest Area KM 429 A Ungaran ruas Tol Semarang-Solo, Selasa (23/12/2025?). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kesiapan infrastruktur, arus lalu lintas, serta pengamanan masyarakat berjalan optimal. Mobilitas warga yang meningkat menjadi perhatian utama, terutama di titik-titik strategis jalur mudik dan kawasan wisata.

Untuk memastikan kesiapan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan peninjauan langsung ke Rest Area KM 429 A Ungaran, ruas Tol Semarang–Solo, Selasa (23/12/2025). Peninjauan dilakukan guna mengecek kesiapan pos pengamanan sekaligus memantau kondisi arus lalu lintas jelang puncak libur Nataru.

Luthfi mengatakan, rest area memiliki peran penting dalam perjalanan masyarakat di Jawa Tengah, sebab patokan orang melakukan perjalanan di Jawa Tengah adalah rest area.

“Ini titik jenuh, titik lelah masyarakat agar bisa mengistirahatkan badan dan kendaraannya,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan rest area juga mendukung keselamatan perjalanan jarak jauh. Setelah istirahat dan recovery, diharapkan sampai tujuan nanti keluarga bisa sehat kembali, terutama untuk perjalanan jauh.

“UMKM yang ada di rest area bisa hidup, dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana komunikasi sosial serta pengaturan lalu lintas agar kepadatan bisa diminimalisir,” tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan dengan baik. “Saya sebagai gubernur mengimbau agar masyarakat benar-benar menyiapkan diri saat mudik dan balik. Ingat, keluarga di rumah menunggu, termasuk pekerjaan setelah Natal dan tahun baru selesai,” tegasnya.

Terkait kondisi arus lalu lintas, Ahmad Luthfi menyebut situasi Jawa Tengah pada H-2 Natal masih terkendali. Secara umum kondisi di Jawa Tengah normal, karena mudik-balik Nataru kali ini relatif flat.

“Mereka yang mudik dan balik ke Jakarta, kemudian mobilitas dari Jakarta ke sini termasuk dari Surabaya dan Jawa Barat, itu normal. Artinya pergerakan orang dan barang berjalan bersama-sama,” ujarnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan perhitungan sementara, jumlah warga yang masuk ke Jawa Tengah mencapai sekitar 8.000 orang per hari. Meski arus lalu lintas relatif normal, kewaspadaan terhadap bencana alam menjadi perhatian serius. Ia mengaku telah menggelar rapat koordinasi dengan bupati dan wali kota se-Jawa Tengah.

“Kami betul-betul memitigasi bencana alam di wilayah masing-masing, khususnya banjir, tanah longsor, dan rob, karena prediksi BMKG harus benar-benar dicermati,” ujarnya.

Selain itu, pengamanan di kawasan wisata juga diperketat selama Nataru. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres, Kodim, dan Basarnas.

“Bilamana terjadi bencana atau situasi darurat di tempat wisata, keamanan harus maksimal. Masyarakat ingin senang, tapi keselamatan tetap nomor satu,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved