KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Jelang Bulan Puasa, Harga Daging Ayam di Pasar Suruh Naik

Jelang Bulan Puasa, Harga Daging Ayam di Pasar Suruh Naik

Jelang Bulan Puasa, Harga Daging Ayam di Pasar Suruh Naik

Harga daging ayam di Pasar Tradisional Suruh Kabupaten Semarang naik seiring menjelang Ramadhan. Pedagang ayam potong melaporkan kenaikan harga sekitar enam hari yang lalu disebabkan oleh permintaan pasar yang meningkat, terutama untuk keperluan hajatan dan tradisi orang Jawa.
Foto: dok IST
Siti Alfiah, Pedagang ayam potong dipasar Suruh, saat melayani pembeli.

[@]Jelang bulan puasa ramadhan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Suruh Kabupaten Semarang mulai mengalami kenaikan harga.

Pantauan Rasika FM, harga daging ayam di Pasar Tradisional Suruh Kabupaten Semarang Jawa Tengah ini, para pedagang menjual daging ayam yang sebelumnya hanya Rp 28 ribu sekarang menjadi Rp 34 ribu per kilogram.

Naiknya harga tersebut terjadi hampir satu minggu yang lalu.

Pedagang ayam potong, Siti Alfiah mengatakan harga yang kian meningkat ini disebabkan oleh permintaan pasar yang kian meningkat menjelang Ramadhan.

“Harga ayam yang meningkat ini disebabkan banyaknya permintaan para pembeli ayam jelang Ramadhan seperti untuk hajatan, nyadran dan lainnya,” kata Siti, Jumat (18/3/2023).

Menurutnya naiknya harga ayam potong ini dirasakan sekitar seminggu yang lalu.

“Harga ayam yang naik ini tepatnya sekitar enam hari yang lalu,” jelasnya.

Dirinya menyebut para pembeli daging ayam ini menjelang Ramadhan mayoritas digunakan untuk hajatan atau tradisi orang jawa.

“Biasanya untuk hajatan, mengirim doa, pokoknya digunakan untuk memenuhi tradisi orang jawa,” jelasnya.

Siti mengaku menjelang Ramadhan seperti kali ini, jumlah pembeli ayam potong kian meningkat dibandingkan dengan hari-hari biasa.

“Kalau hari biasa para pembeli saat membeli ayam hanya satu kilogram, sekarang belinya lima kilogram,” paparnya.

Penjualan ayam potong milik Siti menjelang Ramadhan ini meningkat hingga 100 persen.

Pada hari biasa, dirinya dapat menjual satu ton namun pada saat menjelang Ramadhan seperti ini dirinya dapat menjual hingga dua ton daging ayam.

“Meningkatnya sekitar 100 persen, yang biasanya saya menjual 1,4 ton lalu untuk sekarang sekitar 2 ton lebih,” katanya.

Sementara itu, pembeli daging ayam potong, Khusnul mengaku mengeluh akibat harga daging ayam potong yang kian meningkat.

“Kalau saya mengeluh dengan naiknya harga daging ayam potong, apalagi daging ini saya buat untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga,” kata Khusnul.

Dengan naiknya harga daging ayam potong, dirinya mengurangi pembelian daging tersebut.

“Pas daging ayam naik saya kurangi pembelian yang biasanya satu kilogram, sekarang menjadi setengah kilogram saja,” jelasnya

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]