KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Unggul di Hitung Cepat Pilkada Salatiga, Posko Robby-Nina Kebanjiran Karangan Bunga

Unggul di Hitung Cepat Pilkada Salatiga, Posko Robby-Nina Kebanjiran Karangan Bunga

Unggul di Hitung Cepat Pilkada Salatiga, Posko Robby-Nina Kebanjiran Karangan Bunga

Sejumlah karangan bunga terlihat di depan posko pemenangan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga nomor urut 01, dr Robby Hernawan-Nina Agustin, di Jalan Merak, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, pada Kamis (28/11/2024).
Foto Arief Rasika
Karangan bunga mulai terlihat di depan posko pemenangan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga nomor urut 01

RASIKAFM.COM| SALATIGA – Sejumlah Karangan bunga mulai terlihat di depan posko pemenangan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga nomor urut 01, dr Robby Hernawan-Nina Agustin di Posko pemenangan calon, Jalan Merak, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Kamis (28/11/2024).

Pantauan rasikafm.com pasca unggul dalam hitung cepat yang dilakukan tim internal, karangan bunga mulai berjejer di posko pemenangan pasangan calon.
di lokasi terlihat tiga karangan bunga sudah berjejer. Yakni dari Haryoko Center, dr Reza Satria Pratama, dan Abdul Rochim (Salatiga Muda Berkemajuan).

Dalam karangan bunga itu bertuliskan ucapan selamat kepada dr Robby Hernawan dan Nina Agustin telah menang dalam Pilwalkot Salatiga.

Calon Wali Kota Salatiga, dr Robby Hernawan mengatakan, berdasarkan hasil hitung cepat yang pihaknya lakukan dirinya mendapatkan 46,80 persen, sementara calon nomor urut 02 Juan Rama-Sri Wahyuni, mendapatkan perolehan 11,31 persen dan pasangan 03, Sinoeng Noegroho Rachmadi-Budi Santoso sebesar 42,71 persen.

“Alhamdulillah pada hari ini kami menerima hasil hitung cepat, yang menunjukkan kami pasangan Robby-Nina mendapatkan hasil 46,80 persen, dengan selisih 4,3% dari pasangan calon lainnya,” kata dr Robby saat konferensi pers, Rabu (27/11/2024).

Meski begitu, pihaknya akan tetap menunggu penghitungan secara resmi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga yang dilakukan secara berjenjang.

“Tentunya kami sangat menghargai dan menunggu hasil keputusan resmi dari KPU Kota Salatiga,” terangnya.

Diakuinya, setelah kemenangan ini pihaknya akan berupaya untuk kembali memperkuat persatuan dan menjaga toleransi yang telah menjadi identitas Salatiga.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, kita akan mampu menghadapi tantangan dan mencapai kemajuan bersama.

“Nanti setelah penghitungan selesai, kita juga akan menyambangi Paslon lain. Karena telah bertanding secara sportif dan harapannya bisa tetap bersinergi dan berkomitmen untuk memajukan Salatiga,” kata dr Robby.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]