KABAR RASIKA

Festival UMKM Terbesar Kembali Digelar,UMKM Grande 2026 Di Paragon Mall

Festival UMKM Terbesar Kembali Digelar,UMKM Grande 2026 Di Paragon Mall

Festival UMKM Terbesar Kembali Digelar,UMKM Grande 2026 Di Paragon Mall

Mohamad Noor Nugroho Kepala KPwBI Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan Event kepada Media di Kantor BI.

Rasika Semarang – UMKM Grande 2026 kembali digelar sebagai upaya memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung pada 7 hingga 11 Mei 2026 di Atrium Mall Paragon, Semarang.

Mengusung tema “Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia”, UMKM Grande tahun ini menghadirkan sekitar 75 UMKM unggulan dari berbagai sektor, mulai dari fashion, kriya, home decor, furniture, hingga makanan dan minuman olahan serta kopi.

Tidak sekadar pameran, UMKM Grande 2026 juga dirancang sebagai platform penguatan kapasitas pelaku usaha.
Kegiatan UMKM Grande 2026 bertujuan untuk meningkatkan kinerja penjualan UMKM, kapasitas UMKM, literasi dan akses keuangan serta sinergi dengan mitra kerja terkait (Pemerintah Daerah, Dekranasda, KADIN dll).

Adapun kegiatan terdiri dari

  1. Pameran sekitar 75 UMKM unggulan dari 6 katagori (fashion, craft, home decor, furniture, makanan dan minuman olahan dan kopi),
  2. Bussiness matching penjualan,
  3. AKU BISA SEJAHTERA (Akses Keuangan melalui Business Matching dan Literasi untuk Kesejahteraan Keuangan,
  4. Talkshow/Workshop : Upcycle Charm, Integrated Farming dan Coffee Talk,
  5. Semarak Jateng (Semangat Apresiasi Wastra dan Kriya)-fashion show dan talkshow “Merajut Wastra Pesona Nusantara”,
  6. Edukasi Cinta Bangga Rupiah, Pelindungan Konsumen dan Pembayaran Digital,
  7. Kompetisi Seduh Racikopi Grande 2026 dan Jasirah Family Challenge;
  8. Acara pendukung : Grande Book Initiative- bazar buku, live selling dan lomba foto/video produk UMKM.

Beberapa kegiatan terkait sustainability, digitalisasi, peningkatan akses keuangan, dan penguatan sinergi dengan Pemprov dan Dekranasda Jawa Tengah (Semarak Jateng) merupakan inovasi yang menunjukkan semangat kebaruan dalam kegiatan UMKM Grande 2026.

Selain itu, kegiatan ini juga diramaikan dengan Semarak Jateng berupa fashion show dan talkshow wastra, edukasi cinta bangga rupiah, serta kompetisi seduh racikopi. Bahkan, terdapat pula kegiatan pendukung seperti bazar buku, live selling, hingga lomba foto dan video produk UMKM.

Konsep “Grande” yang merupakan akronim dari Green, Kerakyatan, Digital, dan Ekspor, menjadi penegasan arah pengembangan UMKM Jawa Tengah yang tidak hanya berorientasi pasar, tetapi juga berkelanjutan dan adaptif terhadap teknologi.

Menariknya, rangkaian penguatan ekonomi daerah ini juga terintegrasi dengan agenda investasi, yakni Central Java Investment Business Forum 2026 yang akan digelar pada 11 hingga 12 Mei 2026 di Semarang. Forum ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan investor dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha, termasuk UMKM, guna membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Melalui sinergi antara promosi UMKM dan penguatan investasi ini, diharapkan pelaku usaha tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga naik kelas, memperluas pasar, hingga menembus pasar global.

BACA JUGA :

Digitalisasi ekonomi dan keuangan di Jawa Tengah terus berkembang hingga Juli 2026, ditandai transaksi QRIS yang mencapai 870,01 juta senilai Rp73,45 triliun. Bank Indonesia Jawa Tengah mencatat penggunaan pembayaran digital juga merambah UMKM, pariwisata, perdagangan, ekonomi kreatif, transaksi pemerintah daerah, hingga pembayaran lintas negara.
Ekonomi Digital Jawa Tengah Makin Terhubung, QRIS Tembus Rp73 Triliun
BI Jateng Angkat Jejak Cheng Ho dalam Rupiah Tresno Budoyo 2026
BI Jateng Angkat Jejak Cheng Ho dalam Rupiah Tresno Budoyo 2026
Bank Indonesia Jawa Tengah mendorong transformasi pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui Forum PUSAKA JATENG 2026, Jumat (11/9/2026). Forum di Semarang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha dan akademisi untuk memperkuat ekosistem pariwisata agar meningkatkan belanja wisatawan, memperpanjang lama tinggal, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan UMKM dan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Jateng Ramai Wisatawan, Tapi Ekonominya Sudah Ikut Tumbuh?
Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia Jawa Tengah dan TPID menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Kempling Semar untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Sepanjang Agustus 2026, program ini menjangkau 729 RW di 16 kecamatan dengan penyaluran 80 ton beras SPHP dan 35.040 liter minyak goreng.
Kempling Semar “Serbu” 729 RW, Harga Pangan Dijaga dari Tingkat Kampung
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Laras Asri Resort & Spa Salatiga menggelar terapi tusuk jarum gratis pada Kamis (29/10/2026) untuk memperingati HUT soft opening ke-22. Kegiatan bersama Mbah Rudal Sutrisno dan sejumlah praktisi tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Merbabu Meeting Room dan terbuka bagi masyarakat dengan jumlah peserta terbatas.
Mbah Rudal Sutrisno Gelar Pengobatan Tusuk Jarum Gratis di Laras Asri Salatiga
Laras Asri Resort & Spa Salatiga menggelar terapi tusuk jarum gratis pada Kamis (29/10/2026) untuk memperingati HUT soft opening ke-22. Kegiatan bersama Mbah Rudal Sutrisno dan sejumlah praktisi tersebut...
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal...
Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia
Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia
Kendaraan roda tiga seperti bajaj modern dan becak listrik dinilai berpotensi menjadi alternatif sepeda motor untuk mendukung konektivitas perkotaan, perdesaan, hingga kawasan kepulauan. Moda ini memiliki...
Keresahan mahasiswa UIN Salatiga karena barang kerap hilang mulai terjawab. Pria berinisial MY, 48, yang diduga berkaitan dengan serangkaian pencurian di lingkungan kampus, kembali datang ke kampus dan langsung diciduk satpam, Selasa (6.10.2026). MY, warga Ngumbulan, Candimulyo, Kedu, diduga telah beraksi selama dua bulan terakhir. Sasarannya beragam, mulai helm, sandal, sepatu yang ditinggal di masjid hingga barang berharga lainnya. Kedatangan MY pada Selasa itu langsung membuat petugas keamanan bergerak. Ciri-ciri pelaku dan nomor polisi sepeda motor yang digunakannya sudah masuk dalam data pencarian keamanan kampus. MY diketahui masuk melalui gerbang samping Gedung FEBI UIN Salatiga. Petugas kemudian membuntutinya. Bukannya segera keluar, MY malah berkeliling ke sejumlah titik parkir sebelum bergerak menuju masjid. “Salah satu satpam melihat dia masuk lagi. Karena ciri dan plat motornya sudah masuk data pencarian, kemudian kami buntuti. Ternyata mengarah ke masjid,” kata Arnold, petugas keamanan UIN Salatiga. Petugas langsung mengamankan MY dan membawanya ke pos keamanan. Sejumlah mahasiswa yang mengetahui penangkapan tersebut ikut geram. Sebab, aksi kehilangan barang disebut telah cukup meresahkan. Ironisnya, barang yang diduga hasil curian juga disebut dijual jauh di bawah harga pasaran. Helm yang nilai barunya sekitar Rp1 juta, misalnya, diduga dijual melalui media sosial hanya sekitar Rp200 ribu. Dalam menjalankan aksinya, MY disebut selalu menggunakan sepeda motor. Ia diduga berkeliling kampus untuk mencari barang yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Setelah diamankan, pihak keamanan UIN Salatiga menyerahkan MY kepada aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas setempat. Polisi kini akan mendalami dugaan keterlibatan MY dalam sejumlah kasus pencurian di lingkungan kampus.
Kerap Curi Helm, Warga Kedu Ditangkap Satpam UIN Salatiga
Keresahan mahasiswa UIN Salatiga akibat sejumlah barang hilang mulai terungkap setelah MY (48), warga Kedu, diamankan petugas keamanan kampus pada Selasa (6/10/2026). MY diduga berkaitan dengan serangkaian...
Purwanto, warga Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Bener periode 2027–2035 dengan menyerahkan berkas persyaratan pada Rabu (7/10/2026). Ia menjadi bakal calon pertama yang mengembalikan formulir pendaftaran dan dinyatakan panitia memenuhi kelengkapan administrasi.
Apung, Kadus Krajan 2 Maju sebagai Bakal Calon Kepala Desa Bener
Purwanto, warga Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Bener periode 2027–2035 dengan menyerahkan berkas persyaratan pada Rabu (7/10/2026)....
Muat Lebih

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]