KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ganjar Ajak Kota Semarang Lebih Ramah untuk Anak-Anak dan Orang Tua

Ganjar Ajak Kota Semarang Lebih Ramah untuk Anak-Anak dan Orang Tua

Ganjar Ajak Kota Semarang Lebih Ramah untuk Anak-Anak dan Orang Tua

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap Kota Semarang semakin ramah untuk anak-anak dan orang tua dalam acara perayaan Hari Jadi Kota ke-476 Semarang di Balai Kota Semarang. Ganjar mengapresiasi prestasi Kota Semarang yang baru saja dinobatkan sebagai kota dengan kinerja pemerintahan terbaik di Indonesia.
Foto: Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri acara perayaan Hari Jadi Kota Semarang ke-476 di halaman Balai Kota Semarang, Selasa (2/5/2023)

Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri acara perayaan Hari Jadi Kota ke-476 Semarang di halaman Balai Kota Semarang, Selasa (2/5/2023). Ganjar berharap Kota Semarang semakin ramah untuk anak-anak dan orang tua.

“Semoga Kota Semarang makin ramah untuk anak-anak, untuk orang tua. Seperti yang disampaikan tadi, makin bersih, makin melayani ya,” kata Ganjar seusai acara.

Ditambahkan, keramahan yang sudah ada itu diharapkan dapat ditingkatkan lagi, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi, Kota Semarang baru saja dinobatkan menjadi kota dengan kinerja pemerintahan terbaik se-Indonesia.

“Tentu saja, kalau layanan kepada masyarakat bisa the best, bisa paling baik, maka pada saat itulah kepercayaan kepada masyarakat akan tumbuh pada kota ini,” ungkapnya.

Penghargaan yang baru diraih itu, bebernya, merupakan hadiah untuk hari jadi ke-476 Kota Semarang. Menurut Ganjar, 476 tahun merupakan usia yang panjang dan sudah direpresentasikan, dengan penghargaan sebagai kota berkinerja terbaik di Indonesia.

Ia mengapresiasi capaian Kota Sekarang, namun tentu saja masih ada beberapa hal yang harus dibenahi dan ditingkatkan lagi.

“Selamat, ini prestasi yang dilakukan dengan sangat panjang dan tentu saja hadiah yang tadi disampaikan dalam bentuk penghargaan bukan tujuan. Tujuannya adalah pelayanan terbaik untuk masyarakat,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar yang diminta memberikan sambutan menyempatkan diri untuk berdialog dengan anak-anak dan lansia yang hadir. Dari hasil berdialog dengan anak-anak dan lansia, Ganjar mendapatkan gambaran bagaimana harapan ke depan dari masyarakat untuk Kota Semarang.

“Saya hanya ingin mendengar suara anak-anak. Begitu polosnya dan mereka ini generasi masa depan. Semoga mereka tumbuh berkembang dan berbudi pekerti yang tinggi,” kata Ganjar.

Misalnya saat Ganjar berdialog dengan dua petani cilik bernama Danis dan Neysa. Dua anak yang masih duduk di bangku kelas 5 SD itu menyampaikan kepada Ganjar bahwa sejauh ini Kota Semarang sudah bagus dan indah. Keduanya juga menyampaikan harapan ke depan, agar Kota Semarang lebih makmur dan sukses.

“Semoga Kota Semarang semakin makmur, tambah sukses,” ujar Neysa saat berdialog dengan Ganjar.
Kesempatan berikutnya, Ganjar berdialog dengan seorang wanita berusia sekitar 70 tahun. Ia adalah Komariah, warga asal Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

Komariah menyampaikan agar ke depan Kota Semarang lebih ramah dengan orang tua, dan lalu lintasnya lebih tertib.

“Harapannya agar Kota Semarang aman dan nyaman. Lalu lintas harus tertib, sebab saya juga masih suka naik motor sendiri,” ujarnya.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]