KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Hendi Dukung Seniman dan Budayawan Bangkit Pasca Pandemi

Hendi Dukung Seniman dan Budayawan Bangkit Pasca Pandemi

Hendi Dukung Seniman dan Budayawan Bangkit Pasca Pandemi

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mendukung seniman tradisional dan budayawan untuk kembali bangkit,dimana beberapa waktu yang lalu terpaksa vakum akibat pandemi covid-19, termasuk diantaranya yaitu para seniman wayang. Pagelaran wayang sampai saat ini rutin digelar di Kota Semarang, baik sebagai bagian rangkaian acara dari instansi pemerintah, swasta, hingga masyarakat umum.

“Pak Sigit ini dalang terkondang seluruh dunia. Mau pesen beliau ini harus antri hingga tiga bulan, jadi kalau hari ini mampir di Tandang Insya Allah berkah untuk panjenengan semuanya dan Semarang yang semakin hebat,” ungkap Hendi, sapaan akrab wali kota Semarang pada acara pagelaran wayang kulit di Kecamatan Tembalang, Jum’at (26/8).

Hendi menjelaskan, salah satu bentuk mengisi kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kegiatan melestarikan budaya seperti kesenian tradisional wayang. Hendi dan jajarannya selalu berupaya menjadikan pertunjukan wayang sebagai atraksi di titik-titik destinasi wisata di Kota Semarang. Contohnya seperti pagelaran wayang potehi yang bisa disaksikan di Pasar Semawis, serta pementasan wayang orang Ngesti Pandawa di Kota Lama Semarang.

Dalam mengembangkan Kota Semarang sebagai kota pariwisata, Hendi berencana untuk berkolaborasi menggandeng seniman tradisional. Selain untuk membantu mereka kembali pulih setelah pandemi, hal ini bertujuan agar kesenian tradisional bisa tetap eksis di tengah paparan budaya asing yang banyak masuk akibat globalisasi.

“Singkat bapak ibu, pertama dalam rangka memperingati hari ulang tahun RI ke-77, Saya ingin panjenengan mengasah batin panjenengan. Kira-kira dulu di zaman penjajahan, apakah bisa kita berkumpul seperti ini dengan tenang? Bekerja dan belajar dengan tenang? Apalagi menikmati hiburan wayang seperti ini. Untuk itu kita harus banyak-banyak bersyukur,” kata Hendi.

Dirinya juga menuturkan bahwa untuk merebut kemerdekaan, para pejuang dan pendahulu bangsa Indonesia banyak berkorban, rela berpisah dengan keluarga, bahkan hingga kehilangan nyawa. Oleh karena itu, Ia berpesan agar masyarakat dapat meneladani para pejuang bangsa dengan cara memupuk rasa inisiatif dan rasa memiliki terhadap pembangunan Kota Semarang.

“Jika ada kerusakan fasilitas umum di sekitar, di samping laporkan kepada pemerintah, bisa bergerak bersama gotong royong mencari solusi. Terutama untuk hal-hal yang masih bisa ditangani sendiri. Jangan membully pemerintahnya,” ujar Hendi berpesan.

“Jadi, mesti disyukuri kemerdekaan ini dengan cara ciptakan kekompakan, ciptakan komunikasi sing apik, ojo meneh model politik identitas. Ini mesti dijaga dengan baik. Itulah maksud saya datang kesini mengingatkan njenengan untuk mengasah mata batin kita dan Indonesia Maju, Jawa Tengah Gayeng, Semarang Semakin Hebat!” tutup Hendi.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]