URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pengambilan air Perwitasari (Susuk Wangan) dalam rangka HUT Kabupaten Semarang ke-502 dilaksanakan di sumber air Kaliringin, desa Sruwen pada Jumat 10 Maret 2023. Air yang diambil dari 15 desa di Kecamatan Tengaran akan digunakan untuk jamasan pusaka di Pendopo. Kegiatan ini juga diisi dengan "dawuhan" dan penanaman bibit ikan dan pohon oleh Forkopimcam Tengaran dan kepala desa.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Hari Jadi, Forkopimcam Tengaran Lakukan Pengambilan Air Perwitasari di Sruwen

Jelang Hari Jadi, Forkopimcam Tengaran Lakukan Pengambilan Air Perwitasari di Sruwen

Jelang Hari Jadi, Forkopimcam Tengaran Lakukan Pengambilan Air Perwitasari di Sruwen

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pengambilan air perwitasari (Susuk Wangan ) untuk jamasan pusaka itu dilakukan dalam rangka Menyambut HUT Kabupaten Semarang ke 502 . Pengambilan air berlangsung di sumber air Kaliringin, desa Sruwen Jumat 10 Maret 2023 pagi.

Kepada Rasika FM, Ketua Lembaga Kesenian Kecamatan Tengaran, Slamet Widodo mengatakan jika Kegiatan Pengambilan Air ( Susuk Wangan ) dilakukan semata mata untuk Jamasan Pusaka kabupaten Semarang.
“Pengambilan Air ini nantinya akan di Jadikan satu, di gabung dengan sumber mata air lain dari 15 desa dikecamatan Tengaran, airnya di gunakan untuk jamasan pusaka di Pendopo” ujar Widodo.

Ketua Lembaga Kesenian Kecamatan Tengaran ini menambahkan, seperti tahun tahun sebelumnya, agenda utama pengambilan air dalam rangka HUT kabupaten Semarang dimulai dengan prosesi pengambilan Air Perwitasari, untuk dikecamatan Tengaran bertempat di sumber air Kaliringin desa Sruwen.

“lokasi mata air disendang desa Sruwen ini cukup istimewa, karena airnya jernih dan terjaga kelestariannya” tambah Widodo.

Sementara itu sebelum prosesi pengambilan air, juga dilakukan “dawuhan” yakni warga mengucap syukur dan berdoa bersama atas limpahan air dari Tuhan Yang maha Esa.

Pantauan wartawan dalam kegiatan pengambilan air juga diisi dengan penebaran bibit ikan di lokasi kali Ringin dan Pelepasan burung Perkutut serta burung dara yang di lanjutkan dengan penanaman pohon Beringin oleh Forkopimcam Tengaran dan kepala Desa.

Camat Tengaran, Dewanto Leksono menyampaikan terima kasih kepada Kepala desa Sruwen dan Warga yang hadir karena berkenan menjadi tuan rumah dalam Acara kegiatan Pengambilan Air.

Ketua Lembaga Kesenian Kecamatan Tengaran, Slamet Widodo saat berikan keterangan Pers seputar Kegiatan. (Vidio Agus Guru Sruwen)

BACA JUGA :

Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'
Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga