KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Herwin Ardiono, Kejari Salatiga Targetkan 400 juta dalam Bulan Dana Bakti PMI tahun 2023

Herwin Ardiono, Kejari Salatiga Targetkan 400 juta dalam Bulan Dana Bakti PMI tahun 2023

Herwin Ardiono, Kejari Salatiga Targetkan 400 juta dalam Bulan Dana Bakti PMI tahun 2023

[@]Penggalangan dana di dalam Bulan Dana PMI, diharapkan bisa menjadi stimulus untuk membangkitkan rasa kemanusiaan kepada sesama. Hal ini penting agar memberikan kontribusi positif dan bantuan kepada masyarakat.

j Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi usai memimpin Apel Luar Biasa dalam rangka Pencanangan Bulan Dana PMI Kota Salatiga tahun 2023. Menurutnya, tidak hanya urusan darah saja, namun PMI bisa berkontribusi lebih dengan membantu sesama di dalam masyarakat baik itu penanganan kemiskinan maupun urusan kemanusiaan lainnya.

“Hari ini kita telah mencanangkan pada Apel Luar Biasa di Pemkot tentang Bulan Dana Bakti PMI. Tidak berlebihan kalau kita lebih ekspansif dengan melebarkan sayap potensi-potensi yang dapat turut berpartisipasi, baik BUMN, BUMD yang ada di Salatiga, ASN dan termasuk dunia usaha serta beberapa satuan pendidikan. Harapannya akan lebih memberikan daya dorong kepada PMI untuk tidak sekedar urusan darah dan transfusi, namun keberpihakan juga membangun kolaborasi dalam rangka penanggulangan kemiskinan, kebencanaan, tentang stunting dan program kemanusiaan lainnya di Pemerintah Kota Salatiga,”kata Sinoeng 31-7-2023.

Dirinya memberikan apresiasi terhadap semua pihak yang telah bersama-sama turut serta dalam penggalangan dana tersebut, sehingga keberpihakan ini bermanfaat untuk masyarakat.

Sinoeng akan terus mengajak semua komponen yang ada, termasuk ASN di Pemerintah Kota Salatiga untuk mendukung dan berkontribusi aktif terhadap Bulan Dana PMI ini.

Herwin Ardiono, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Salatiga sebagai Ketua Bulan Dana Bakti PMI tahun 2023 mengatakan bahwa Bulan Dana PMI ini bisa digunakan masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan jiwa kemanusiaan untuk membantu sesama.

“Saya mohon dukungan dari semuanya saja. Ayo kita berpartisipasi, tidak hanya pada setetes darah saja melainkan pada kemanusiaan yang lain. Memanusiakan manusia itu yang lebih penting dan ingat Bulan Dana ini akan meningkatkan toleransi dan jiwa kemanusiaan kita,”tandasnya.

Sebagai informasi, untuk target Bulan Dana PMI tahun 2023 ini adalah ditargetkan sebesar Rp. 400.000.000,- dan akan dikumpulkan dalam dua tahap yakni tahap 1 pada bulan Agustus hingga Oktober 2023 dan tahap 2 pada bulan November 2023.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Universitas Kristen Satya Wacana mengajak generasi muda memahami investasi secara rasional melalui Seminar Nasional Now or Never 2026 bertema Beyond the Price, Finding Value, and Building Wealth in Uncertain Markets. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Investor Club Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini menghadirkan investor Lo Kheng Hong, Legendary Value Investor Indonesia dan akademisi Profesor Budi Frensidy, Komisaris Utama Samuel Tumbuh Bersama, sebagai narasumber, Rabu (04/11/2026), di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW. Dalam seminar yang diikuti 350 peserta ini, kedua narasumber mengajak peserta memahami investasi saham dengan mempertimbangkan nilai intrinsik, kualitas perusahaan, prospek bisnis, dan risiko investasi. Dalam pemaparannya, Profesor Budi Frensidy menekankan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada perbandingan antara nilai intrinsik dan harga pasar suatu aset. Menurutnya, investor tidak cukup hanya melihat harga saham, tetapi perlu memperkirakan nilai perusahaan melalui analisis fundamental. “Kita mencari saham atau aset yang nilainya di atas harganya,” tegasnya. Budi mengulas sejumlah pendekatan dalam penilaian saham, antara lain discounted cash flow, kelipatan harga (price multiple), dan residual income. Berbagai metode tersebut dapat membantu investor memperkirakan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan arus kas, kinerja, serta prospek bisnis. Ia juga mengingatkan bahwa hasil valuasi dapat berbeda bergantung pada metode dan asumsi yang digunakan. Sementara itu, Lo Kheng Hong membagikan pengalaman panjangnya berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ia mengulas perjalanan investasinya serta sejumlah periode penurunan pasar yang justru dinilainya sebagai peluang bagi investor untuk menemukan saham perusahaan berkualitas dengan harga menarik. “Saham is the best choice,” ungkapnya, menegaskan pandangannya terhadap investasi saham. Menurutnya, penurunan harga saham tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan, tetapi perlu dianalisis berdasarkan kondisi dan kualitas perusahaan. Dalam memilih perusahaan untuk investasi, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memperhatikan integritas dan kompetensi manajemen, kualitas bisnis, serta prospek perusahaan. Ia juga memperkenalkan konsep sleeping shareholder, yakni menjadi pemegang saham perusahaan berkualitas dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan bisnis maupun pembagian dividen tanpa harus terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Melalui kedua pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa investasi membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis. Pemahaman terhadap perusahaan yang dipilih menjadi salah satu hal penting agar investor tidak sekadar mengikuti tren atau pergerakan harga pasar. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW Priyo Hari Adi, menyampaikan bahwa kehadiran dua narasumber memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar investasi dari perspektif akademik dan pengalaman praktis. Ia berharap seminar ini mendorong mahasiswa mengelola keuangan secara cakap dan berintegritas, serta mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan investasi bukan semata-mata memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, melainkan mencapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan risiko. “Dalam pasar modal, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai hasil yang maksimal, tetapi hasil yang optimal karena selalu ada manfaat sekaligus risiko,” ungkapnya. Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho turut mengingatkan peserta agar mencermati perkembangan pasar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Pemahaman terhadap kondisi perusahaan dan dinamika pasar menjadi bekal penting sebelum menentukan langkah investasi.
Seminar Nasional Now or Never 2026, Lo Kheng Hong dan Budi Frensidy Hadir di UKSW
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
[pekok2]