KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pendonor Darah di Kabupaten Semarang Diganjar Emas Antam

Pendonor Darah di Kabupaten Semarang Diganjar Emas Antam

Pendonor Darah di Kabupaten Semarang Diganjar Emas Antam

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyerahkan penghargaan berupa emas Antam kepada pendonor darah bagi PMI Kabupaten Semarang di Griya Yodesiya, Bergas, Kamis (28/8/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang memberikan apresiasi khusus kepada pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan darahnya. Penghargaan berupa emas Antam seberat 1,5 gram diberikan kepada mereka yang mencapai 75 hingga 100 kali donor.

Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Ignasius Haryanta Nugraha, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Hingga saat ini, ia tercatat sudah mendonorkan darah sebanyak 107 kali.

“Saya mulai donor sejak tahun 1989 waktu masih kuliah di Purwokerto karena ditantang teman. Awalnya takut melihat jarum, tapi setelah donor ternyata tidak sakit. Justru manfaat yang saya rasakan adalah kesehatan. Setiap donor, berarti kondisi saya sehat,” ungkapnya usai acara Pencanangan Bulan Dana PMI Tahun 2025 di Griya Yodesiya, Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (28/8/2025).

Haryanta menjelaskan, sejak kebijakan PMI berubah, frekuensi donor juga makin meningkat. Jika dulu hanya bisa empat kali setahun, kini pendonor bisa melakukannya hingga enam kali setahun. Ia pun bertekad untuk terus konsisten dalam aksi kemanusiaan ini.

“Mudah-mudahan bisa konsisten hingga nanti tutup usia,” katanya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto, menyampaikan penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi atas ketulusan para pendonor.

“Bagi kami, mereka adalah pejuang kemanusiaan. Penghargaan kecil ini adalah bentuk terima kasih kami atas niat baik mereka. Darah yang didonorkan tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, mudah-mudahan menjadi ladang pahala,” ujar Djarot.

Selain penyerahan penghargaan, Djarot juga menyinggung pelaksanaan Bulan Dana PMI 2025 yang berlangsung mulai 1 September hingga akhir November. Menurutnya, penghimpunan dana dari masyarakat dilakukan secara sukarela dengan melibatkan kelompok kerja (Pokja) yang dibentuk melalui SK Bupati Semarang.

“Tahun lalu kami berhasil mengumpulkan sekitar Rp1,4 miliar. Namun kami menilai masih ada potensi yang belum tergali. Tahun ini kami coba menjangkau titik-titik yang sebelumnya belum tersentuh,” tambahnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]