KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Indigofera, Alternatif Kemandirian Peternak Ikan Wilayah Tingkir Lor

Indigofera, Alternatif Kemandirian Peternak Ikan Wilayah Tingkir Lor

Indigofera, Alternatif Kemandirian Peternak Ikan Wilayah Tingkir Lor

HBF lakukan kegiatan tanam bibit pakan ternak indigofera, hal ini sebagai upaya untuk menekan biaya produksi kelompok ternak ikan di Tingkir Lor, Kota Salatiga. Kegiatan ini bermula dari obrolan team Hartoko Budhiono Foundation HBF dengan tokoh masyarakat dan kelompok ternak ikan. Pasalnya wilayah tersebut mempunyai potensi besar untuk budidaya ikan, hanya saja sampai saat ini pola budidaya ikan yang dilakukan untuk pakan ikan masih tergantung pabrikan.

Dengan kegiatan ini, besar harapan dari HBF dan warga mampu menjadi pakan alternatif dan mampu menekan biaya produksi, sehingga dengan biaya produksi yang dapat ditekan, warga masih memperoleh keuntungan yang lebih, dibanding sebelumnya. “dari Disinilah semangat kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud seperti cita-cita Hartoko Budhiono Foundation” Ujar Syukur Fahruddin Ketua HBF.

Nur azis Tokoh Masyarakat Tingkir Lor, Kota Salatiga, mengatakan jika Selama ini dalam budidaya ikan masih menggunakan pelet, apabila menggunakan pelet secara terus menerus penggunaan biaya produksinya terlalu mahal, sehingga keuntungan dari budidaya ikan sedikit.

Harapanya dengan menanam bibit indigofera dari Hartoko Budhiono Foundation dapat menekan biaya produksi, selain itu juga dapat belajar budidaya indigofera, sekali lagi terimakasih kepada Hartoko Budhiono Foundation atas pemberian bibit indigofera.

Kegiatan berbagi bibit indigofera ini juga diikuti beberapa organisasi daerah Kota Salatiga seperti PCNU Salatiga, BEM STIE AMA, BaraJP Kota Salatiga, Teater Getar, SMUD Salatiga, SKY Kota Salatiga. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Salatiga.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]