KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

JPLN Dorong Pesantren Lansia di Tiap Daerah, Jawab Tantangan 4,53 Juta Lansia Jateng

JPLN Dorong Pesantren Lansia di Tiap Daerah, Jawab Tantangan 4,53 Juta Lansia Jateng

JPLN Dorong Pesantren Lansia di Tiap Daerah, Jawab Tantangan 4,53 Juta Lansia Jateng

Ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah mengikuti Workshop Tata Kelola Pesantren dan Sekolah Lansia yang digelar oleh JOHN UMMIKU, di Hotel Lorin Syariah Solo, Kamis (14/5/2026). Foto: IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Jaringan Program Lansia Nasional (JPLN) UMMIKU mendorong penguatan layanan dan pemberdayaan lansia di Jawa Tengah melalui Workshop Tata Kelola Pesantren dan Sekolah Lansia yang digelar di Hotel Lorin Syariah Solo, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 120 peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Workshop dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus JPLN Wilayah Jawa Tengah dan pengurus daerah masa khidmat 2026–2029.

Dalam forum itu, Ahmad Mifdlol Muthohar resmi dilantik sebagai Ketua JPLN Wilayah Jawa Tengah. Usai dilantik, Muthohar mengatakan, gerakan pelayanan lansia harus menjadi upaya kolektif yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, lansia tidak hanya membutuhkan perhatian dari sisi kesehatan, tetapi juga ruang untuk tetap produktif, mandiri, dan bermartabat.

“Tagline ‘Lansia Berdaya, Jateng Sejahtera’ bukan sekadar slogan. Ini adalah arah perjuangan agar para lansia di Jawa Tengah tetap sehat, produktif, mandiri, bermartabat, dan bahagia. Lansia adalah aset peradaban yang memiliki peran vital dalam keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Umum JPLN UMMIKU Pusat, Aan Suherlan menambahkan, meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia memerlukan model pelayanan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Karena itu, workshop ini membekali peserta dengan tata kelola pesantren dan sekolah lansia, termasuk standardisasi kurikulum, integrasi program pemerintah, hingga penguatan ekonomi lansia.

“Data hingga Mei 2026, jumlah penduduk lansia di Jawa Tengah mencapai sekitar 4,53 juta jiwa. Ini tantangan untuk membentuk struktur organisasi hingga tingkat kecamatan serta pendirian Pesantren dan Sekolah Lansia di setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah,” katanya.

Sementara salah satu peserta, Marhamah, mengaku workshop tersebut memberikan panduan yang lebih jelas dalam membangun layanan lansia di tingkat masyarakat.

“Workshop ini sangat aplikatif. Kami kini memiliki panduan tata kelola yang lebih jelas untuk membangun layanan lansia yang terstruktur dan berkelanjutan di tingkat akar rumput,” ungkapnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]