[audio_player]
[posts_like_dislike]
Drama musikal legendaris The Sound of Music dipentaskan Kursus Musik UKSW bersama Voice of SWCU di Balairung Universitas, baru-baru ini. Pertunjukan ini menghadirkan siswa UKSW dengan kostum tokoh dan alunan musik klasik. Konser perdana ini digelar untuk evaluasi pembelajaran sekaligus memberi pengalaman berharga bagi para peserta.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kursus Musik UKSW Hadirkan Drama Musikal Legendaris The Sound of Music

Kursus Musik UKSW Hadirkan Drama Musikal Legendaris The Sound of Music

Kursus Musik UKSW Hadirkan Drama Musikal Legendaris The Sound of Music

Penampilan Kursus Musik UKSW baru baru ini
Penampilan Kursus Musik UKSW baru baru ini

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Drama musikal legendaris The Sound of Music yang disuguhkan oleh Kursus Musik Universitas Satya Wacana (UKSW) bersama Voice of Satya Wacana Christian University (Voice of SWCU) sukses menghipnotis ratusan penonton di Balairung Universitas, baru-baru ini.

Film drama musikal Amerika tahun 1965 yang diproduksi dan disutradarai oleh Robert Wise dari skenario yang ditulis oleh Ernest Lehman ini dibawakan secara apik dan penuh penghayatan oleh para siswa Kursus Musik UKSW. Penampilan mereka kian sempurna dalam balutan kostum sesuai tokoh dalam drama. Alunan musik klasik mengiringi Youth Choir Kursus Musik UKSW menciptakan suasana hangat dalam konser perdana ini.

Suara merdu dengan khas musik klasik membawa para penonton larut dalam alur cerita. Drama ini mengisahkan Maria, seorang wanita yang ceria dan sangat mencintai musik menjadi pengasuh tujuh anak Kapten Georg von Trapp. Dengan kecintaannya pada musik, Maria berhasil membawa kembali kebahagiaan dan kehangatan dalam keluarga tersebut.

Konser drama musikal yang pertama kali dipentaskan ini berhasil memberikan pengalaman nyata dan berharga bagi para siswa Kursus Musik UKSW. Salah satunya Eugene Vanya yang berperan sebagai Liesel, anak pertama dari Kapten Von Trapp. “Senang banget bisa tampil bersama teman-teman dalam konser perdana ini. Latihan selama satu bulan membuahkan hasil yang baik dan menghibur para penonton,” bebernya.

Apresiasi positif juga disampaikan oleh para penonton, diantaranya Aprina Nugrahesthy Sulistya Hapsari, yang hadir memberikan dukungan untuk kedua anak tercintanya, Andrea dan Amorea, sebagai cast dalam drama musikal.

“Senang sekali dan bersyukur anak-anak saya dapat menjadi bagian dari konser ini. Mereka tergabung dalam Youth Choir Kursus Musik UKSW sangat luar biasa, semangat berlatih, dan mampu menyampaikan pesan dalam konser dengan sangat apik. Suara mereka seperti lantunan dari surga yang menyentuh dan mengharukan,” katanya.

Saat diwawancarai secara daring pada Senin (08/09/2025), Mother Abbess Eriyani Tenga Lunga menjelaskan bahwa setiap tahunnya Kursus Musik UKSW mengadakan konser sebagai evaluasi hasil belajar siswa-siswa. “Konser ini pada dasarnya bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan bermusik siswa guna mengetahui perkembangan skill musik mereka. Tak hanya itu, acara ini juga memberikan sajian musik yang berkualitas,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskannya, pada konser drama musikal perdana ini para siswa mempersembahkan lagu-lagu ikonik dengan aransemen yang memikat untuk menggambarkan runtutan cerita dan karakter yang berbeda-beda pada film yang memenangkan lima Piala Oscar tersebut. Adapun sejumlah lagu lainnya yang dibawakan diantaranya lagu “Overture”, “Morning Hymn”, Alleluia”, “Do-Re-Mi” serta “You’ll Never Walk Alone”.

BACA JUGA :

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]