RASIKAFM.COM | SALATIGA – Wisuda menjadi momen istimewa bagi lulusan dan keluarga yang hadir untuk merayakan pencapaian akademik. Namun, di tengah perayaan tersebut, ada peluang lain yang turut tumbuh, yakni kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen. Hal ini terlihat dalam penyelenggaraan Wisuda Periode IV Tahun 2026 Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Kamis (29/10/2026), yang menghadirkan lebih dari 45 stan UMKM.
Beragam produk ditawarkan, mulai dari kerajinan, makanan dan minuman, bunga, hingga merchandise. Kehadiran stan-stan tersebut tidak hanya menambah pilihan bagi keluarga dan sivitas akademika yang hadir, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk menawarkan produk secara langsung kepada pengunjung.
Ketua Panitia Wisuda, Onesiforus Oniek Dhimas Asmara, S.Si., menjelaskan bahwa pendaftaran stan UMKM selalu dibuka dalam setiap penyelenggaraan wisuda UKSW. Kehadiran stan ini menjadi bagian dari upaya menyediakan pilihan bagi keluarga dan sivitas akademika yang ingin memberikan kenang-kenangan kepada para lulusan.
Di sisi lain, kesempatan tersebut juga dimanfaatkan para pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar. Zulfa Farida, pemilik stan buket bunga dan merchandise, mengungkapkan bahwa kegiatan kampus seperti wisuda biasanya mendatangkan lebih banyak pembeli dibandingkan hari biasa. Ia memperkirakan pendapatannya dapat meningkat hingga 100 persen.
“Kalau hari-hari biasa juga ada, tetapi kalau sedang ada acara seperti ini biasanya lebih ramai,” ungkapnya.
Hal serupa dirasakan Ana Supriyanti, pelaku usaha buket dan merchandise wisuda. Ia memperkirakan omzet penjualannya meningkat sekitar 70 persen. Meski demikian, menurutnya, hasil penjualan juga dipengaruhi oleh jumlah penjual dan kondisi pengunjung pada hari kegiatan. Sementara itu, Fio, mengaku senang mendapat kesempatan memperkenalkan produk kopi kepada mahasiswa, orang tua, hingga dosen UKSW.
Keikutsertaannya selama dua hari dalam kegiatan ini juga memberikan hasil penjualan yang lebih baik dibandingkan hari biasa. Pengalaman positif turut dirasakan Edwin Valentino UMKM kuliner Fahrenhead Deadhead. Baginya, keikutsertaan dalam kegiatan wisuda menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada kalangan Gen Z, khususnya mahasiswa UKSW, sekaligus memperluas pengenalan usaha kepada lingkungan kampus.
Pelibatan UMKM dalam kegiatan kampus ini sejalan dengan pandangan Pemerintah Kota Salatiga mengenai kontribusi aktivitas perguruan tinggi terhadap perekonomian masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Salatiga menyampaikan bahwa aktivitas keseharian mahasiswa turut menggerakkan berbagai sektor usaha lokal.
“Terima kasih juga kami sampaikan kepada mahasiswa yang selama ini telah menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat di Kota Salatiga. Mungkin menurut Saudara, kegiatan seperti minum kopi, menggunakan jasa laundry, atau sarapan di warung merupakan aktivitas kecil yang tidak begitu berarti. Namun, bagi kami, aktivitas tersebut sungguh berdampak, terutama terhadap perputaran roda perekonomian masyarakat.”
Keterlibatan UMKM dalam wisuda bukanlah satu-satunya ruang yang disediakan UKSW. Berbagai kegiatan tahunan kampus juga secara rutin membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk berpartisipasi, di antaranya Job Fair, Pasar Kawasama, dan GIHN serta kegiatan fakultas yang juga menghadirkan UMKM Salatiga dan sekitarnya. Melalui kegiatan tersebut, UMKM Salatiga berkesempatan memperkenalkan produk, berinteraksi dengan pengunjung, serta menjangkau pasar yang lebih luas.











