KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Mahasiswa Kolaborasikan Motif Batik Lampung dan Semarangan, Mbak Ita: Luar Biasa

Mahasiswa Kolaborasikan Motif Batik Lampung dan Semarangan, Mbak Ita: Luar Biasa

Mahasiswa Kolaborasikan Motif Batik Lampung dan Semarangan, Mbak Ita: Luar Biasa

Pada Kampung Djadoel, kata Mbak Ita, dulunya adalah sebuah kampung yang kumuh dan langganan banjir.

Cikal bakal sebagai kampung batik saat itu suda ada namun belum memiliki ciri khas yakni produksi khas Semarangan.

“Dulu lima tahun saya lihat, namanya kampung batik Semarang, tapi hanya jual produk saja, itu juga batik solo dan pekalongan. Sekarang sudah ada pembatiknya dan jual batik khas Semarangan,” katanya.

Pihaknya juga terus memberikan dorongan berupa pelatihan secara berkelanjutan bagi para pembatik Semarangan.

Terbaru, dengan pelatihan batik Semarangan di Gedung Sobokarti, yang bisa diikuti siapa saja yang ingin belajar dan tahu lebih tentang batik.

“Itu peserta milenial semua, jadi bagaimana batik ini tidak terkikis jaman, dengan generasi muda sebagai penerus kedepannya,” katanya.

Nanang Suwidyo (17), mahasiswa Lampung, mengaku senang dengan kolaborasi dua motif Lampung dan Semarangan.

Kegiatan ini kata dia, diselenggarakan Keluarga Mahasiswa Pelajar Lampun di Semarang (Kamapala) bekerjasama dengan Kampung Dajdoel Semarang.

“Kita desain, lalu kita batik bersama para mahasiswa Lampung yang ada di Semarang, hasilnya nanti kita pajang di asrama,” katanya. *

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]