KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang Ambil Opsi Mikro Lockdown

Pemkab Semarang Ambil Opsi Mikro Lockdown

Pemkab Semarang Ambil Opsi Mikro Lockdown

Bupati Semarang Ngesti Nugraha. (Foto/win)

UNGARAN – Pemkab Semarang akhirnya mengambil kebijakan dengan menerapkan mikro lockdown. Opsi itu diambil mengingat kurva kasus aktif Covid-19 terus mengalami kenaikan yang tajam.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha meminta camat, lurah dan kepala desa (Kades) di Kabupaten Semarang untuk melaksanakan kebijakan tersebut. Teknisnya, jika dalam satu RT terdapat lebih dari lima orang yang positif, maka akses jalan harus ditutup.

Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Semarang hingga Jumat (25/6/2021) sudah lebih dari 2.000 bahkan menduduki peringkat pertama kasus terbanyak di Jawa Tengah. Atas kondisi ini, maka aktivitas warga dari level RT agar lebih diperketat. Pun dengan kerumunan warga lebih dari tiga orang juga tidak diperbolehkan. Demikian juga dengan akses keluar masuk lingkungan maksimal sampai pukul 20.00.

Ngesti meminta kades dan camat untuk menyusun peta mikro zonasi epidemilogis berkoordinasi dengan Puskesmas masing-masing. Seluruh kebutuhan pendanaan dianggarkan menggunakan mekanisme APBDes. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7 derajat Celsius dengan kelembapan 75 persen. Hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan bagian tengah dan sekitarnya, sementara risiko kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai.
06 Oktober 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Pegunungan Jawa Tengah
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]