KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

PSIS Kembali Jalin Kerjasama Dengan Yamaha Mataram Sakti

PSIS Kembali Jalin Kerjasama Dengan Yamaha Mataram Sakti

PSIS Kembali Jalin Kerjasama Dengan Yamaha Mataram Sakti

Yamaha Mataram Sakti l kembali menjalin kerja sama dalam partisipsinya sebagai sponsor PSIS Semarang untuk mengarungi selama kompetisi Liga 1 musim 2022/2023.

SEMARANG – PSIS Semarang mendapat sponsor baru lagi untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2022/2023. Setelah IBGADGET, kini Yamaha Mataram Sakti l kembali menjalin kerja sama dalam partisipsinya sebagai sponsor Laskar Mahesa Jenar.

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengatakan kerja sama dengan Yamaha Mataram Sakti ini bukan yang pertama kalinya. Ia menyebut, dulu pada tahun 2014 Yamaha Mataram Sakti sudah pernah menjadi sponsor tim asal Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah,

“Yang jelas, kami sangat merasa terhormat bisa menjalin kerja sama kembali dengan Yamaha Mataram Sakti. Saat berada di Liga 2 dulu mereka juga sudah pernah menjadi sponsor kita. Maka kami memberi tag line “Welcome Back Yamaha Sakti,” tandas Yoyok didampingi Komisaris Yamaha Mataram Sakti, Michael Santoso dan Direktur, Wiwik Handoyo saat jumpa pers di Kantor PSIS Stadion Jatidiri, Senin (18/7/2022).

Menurut Yoyok, Yamaha Mataram adalah raja penjualan sepeda motor. Oleh sebab itu, kerja sama yang dilakukan cukup beragam mulai dari branding, kerja sama penjualan maupun juga rencananya dalam bentuk doorprize di saat pertandingan.

Nantinya, Ianjut Yoyok, logo Yamaha Mataram Sakti akan berada di jersey utama yang terletak di belakang bagian bawah.

“Dengan bergabungnya Yamaha Mataram Sakti, pada musim ini banyak pengusaha lokal yang mengajukan diri untuk menjadi sponsor. Meskipun ada juga dari nasional, namun untuk lokalnya cukup mendominasi,” beber Yoyok

Sementara, Komisaris Yamaha Mataram Sakti, Michael Santoso, Sakti berkata jika pihaknya pernah bekerja sama dengan PSIS Semarang. Saat ini, dia menyebut PSIS Semarang musim kompetisi 2022/2023 kini diisi oleh skuad yang bagus yang membuat pihaknya tertarik.

“Dulu sempat support juga, baik itu di Liga 2 maupun Liga 1. Lalu sempat berhenti dan saat ini kami kembali lagi. Waktu itu Saya nanya ke Pak Yoyok, kami sebagai pengusaha lokal bisa bantu apa. Dan akhirnya terjadilah kerja sama ini,” bebernya.

Tak hanya itu, sambungnya, PSIS Semarang dan Yamaha Mataram Sakti punya banyak kesamaan. Kesamaan itu adalah sama-sama punya fokus di bidang olahraga, berada di kota yang sama, dan sama-sama punya warna brand biru.

“Semoga dengan kerja sama ini bisa membawa berkah bagi PSIS Semarang dan jadi juara pada musim ini,” imbuhnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]