KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Relawan Pesat Salatiga Dukung Ahmad Lutfi-Taj Yasin, Bertekad Bawa Jawa Tengah Lebih Baik

Relawan Pesat Salatiga Dukung Ahmad Lutfi-Taj Yasin, Bertekad Bawa Jawa Tengah Lebih Baik

Relawan Pesat Salatiga Dukung Ahmad Lutfi-Taj Yasin, Bertekad Bawa Jawa Tengah Lebih Baik

Relawan Pengusaha Sahabat Ahmad Lutfi-Taj Yasin (Pesat) memperkuat dukungan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2024 dengan meresmikan Posko Relawan Pesat di Jalan Lingkar Selatan, Salatiga, pada Jumat, 27 September 2024.
Foto Arief Rasika
Pemotongan Tumpeng sebagai simbol berdirinya posko Relawan Pesat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Relawan Pengusaha Sahabat Ahmad Lutfi-Taj Yasin (Pesat) terus memperkuat dukungan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2024. Gerakan ini semakin masif setelah Posko Relawan Pesat diresmikan di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga pada Jumat (27/9/2024), semakin menunjukkan bahwa pasangan calon nomor urut 2, Ahmad Lutfi dan Taj Yasin, mendapat dukungan luas dari kalangan pengusaha.

Ketua Umum Pesat Jawa Tengah, Wulan Rudi Prasetyo, dalam acara tersebut menegaskan alasan di balik dukungan penuh relawan pengusaha kepada Ahmad Lutfi dan Taj Yasin. “Kepemimpinan mereka yang humanis dan visi mereka yang jelas untuk membawa kemajuan Jawa Tengah menjadi alasan utama kami mendukung pasangan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wulan menjelaskan bahwa Relawan Pesat telah terbentuk di 35 kabupaten/kota di seluruh provinsi dan terus berkembang. Gerakan ini tak hanya mencakup pengusaha, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda dan kalangan santri. “Kami juga telah membentuk Badan Otonom (Banom) Gen Z dan Banom Santri Pesat. Melalui gerakan ini, kami mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan secara tulus dan ikhlas kepada pasangan Ahmad Lutfi dan Taj Yasin,” ucap Wulan.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa antusiasme relawan semakin meningkat seiring waktu. Banyak komunitas yang menyatakan siap bergabung dan bekerja sama untuk memenangkan pasangan ini dalam Pilgub 2024. “Relawan kami terus berkembang dan semakin solid. Kami akan bergerak bersama-sama untuk mengajak masyarakat memberikan dukungan penuh kepada Ahmad Lutfi dan Taj Yasin,” tambah Wulan dengan penuh keyakinan.

Sementara itu
Ketua Relawan Pesat Salatiga, Muhammad Yasin, mengungkapkan kesiapan penuh dari para relawan di wilayahnya. Menurutnya, dukungan para pengusaha sangat penting dalam memajukan sektor ekonomi, dan terpilihnya Ahmad Lutfi-Taj Yasin diharapkan dapat membuka akses serta peluang bisnis yang lebih luas. “Kami yakin jika Ahmad Lutfi dan Taj Yasin terpilih, akses bagi para pengusaha di Jawa Tengah akan semakin baik dan berkembang,” ucapnya.

Dengan peresmian Posko Relawan Pesat di Salatiga ini semakin menegaskan keseriusan gerakan relawan dalam menyokong pasangan Ahmad Lutfi-Taj Yasin, yang diyakini dapat membawa perubahan positif bagi Jawa Tengah di masa mendatang.

– Muhammad Yasin saat diwawancarai Wartawan
– Pemotongan Tumpeng tanda pembukaan Posko
(Video Arief Rasika)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Universitas Kristen Satya Wacana mengajak generasi muda memahami investasi secara rasional melalui Seminar Nasional Now or Never 2026 bertema Beyond the Price, Finding Value, and Building Wealth in Uncertain Markets. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Investor Club Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini menghadirkan investor Lo Kheng Hong, Legendary Value Investor Indonesia dan akademisi Profesor Budi Frensidy, Komisaris Utama Samuel Tumbuh Bersama, sebagai narasumber, Rabu (04/11/2026), di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW. Dalam seminar yang diikuti 350 peserta ini, kedua narasumber mengajak peserta memahami investasi saham dengan mempertimbangkan nilai intrinsik, kualitas perusahaan, prospek bisnis, dan risiko investasi. Dalam pemaparannya, Profesor Budi Frensidy menekankan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada perbandingan antara nilai intrinsik dan harga pasar suatu aset. Menurutnya, investor tidak cukup hanya melihat harga saham, tetapi perlu memperkirakan nilai perusahaan melalui analisis fundamental. “Kita mencari saham atau aset yang nilainya di atas harganya,” tegasnya. Budi mengulas sejumlah pendekatan dalam penilaian saham, antara lain discounted cash flow, kelipatan harga (price multiple), dan residual income. Berbagai metode tersebut dapat membantu investor memperkirakan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan arus kas, kinerja, serta prospek bisnis. Ia juga mengingatkan bahwa hasil valuasi dapat berbeda bergantung pada metode dan asumsi yang digunakan. Sementara itu, Lo Kheng Hong membagikan pengalaman panjangnya berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ia mengulas perjalanan investasinya serta sejumlah periode penurunan pasar yang justru dinilainya sebagai peluang bagi investor untuk menemukan saham perusahaan berkualitas dengan harga menarik. “Saham is the best choice,” ungkapnya, menegaskan pandangannya terhadap investasi saham. Menurutnya, penurunan harga saham tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan, tetapi perlu dianalisis berdasarkan kondisi dan kualitas perusahaan. Dalam memilih perusahaan untuk investasi, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memperhatikan integritas dan kompetensi manajemen, kualitas bisnis, serta prospek perusahaan. Ia juga memperkenalkan konsep sleeping shareholder, yakni menjadi pemegang saham perusahaan berkualitas dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan bisnis maupun pembagian dividen tanpa harus terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Melalui kedua pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa investasi membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis. Pemahaman terhadap perusahaan yang dipilih menjadi salah satu hal penting agar investor tidak sekadar mengikuti tren atau pergerakan harga pasar. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW Priyo Hari Adi, menyampaikan bahwa kehadiran dua narasumber memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar investasi dari perspektif akademik dan pengalaman praktis. Ia berharap seminar ini mendorong mahasiswa mengelola keuangan secara cakap dan berintegritas, serta mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan investasi bukan semata-mata memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, melainkan mencapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan risiko. “Dalam pasar modal, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai hasil yang maksimal, tetapi hasil yang optimal karena selalu ada manfaat sekaligus risiko,” ungkapnya. Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho turut mengingatkan peserta agar mencermati perkembangan pasar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Pemahaman terhadap kondisi perusahaan dan dinamika pasar menjadi bekal penting sebelum menentukan langkah investasi.
Seminar Nasional Now or Never 2026, Lo Kheng Hong dan Budi Frensidy Hadir di UKSW
[pekok2]