KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Tidak Semua Pengusaha Tempe Dan Tahu di Salatiga Mogok Produksi

Tidak Semua Pengusaha Tempe Dan Tahu di Salatiga Mogok Produksi

Tidak Semua Pengusaha Tempe Dan Tahu di Salatiga Mogok Produksi

Adanya himbauan agar para pengrajin tahu tempe melakukan Mogok produksi selama 3 hari pada 21 sampai 23 Februari 2022 ternyata tidak dilakukan serentak di Salatiga.

Pantauan Rasika pada Senin 21 Februari sejumlah produsen tahu tempe yang ada di kota Salatiga masih melakukan produksi. Salah satunya adalah produsen tahu yang ada di di kalitaman.

Kepada rasikafm.com Tuminem pengusaha tahu Kalitaman mengatakan tidak mogoknya dia karena sampai saat ini belum ada pemberitahuan yang jelas akan aksi Mogok produksi tahu dan tempe tersebut “meskipun ada himbauan untuk mogok namun saya tetap beroperasi” tuturnya.

Sementara itu rencana aksi mogok produsen tahu tempe ini sebagai bentuk protes terhadap harga kedelai yang terus naik bahkan saat ini tembus menjadi Rp11.000 per kilogramnya.

Tuminem saat diwawancarai Rasika

pihak pengrajin tahu mengatakan saat ini agar bertahan hidup mereka terpaksa mengecilkan ukuran tahunya agar harga tidak naik, atau mereka tetap menjual dengan ukuran semula namun dengan menaikkan harga Rp2.000 per lusinya. pengusaha berharap pemerintah kembali menstabilkan harga kedelai

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]