KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Usung Tema Salatiga Culture Harmoni, Santri SMP RUQ Al Falah, Sabet Medali Emas di Ajang WYIIA 2024

Usung Tema Salatiga Culture Harmoni, Santri SMP RUQ Al Falah, Sabet Medali Emas di Ajang WYIIA 2024

Usung Tema Salatiga Culture Harmoni, Santri SMP RUQ Al Falah, Sabet Medali Emas di Ajang WYIIA 2024

Sejumlah santri Al Falah berfoto bersama sesaat setelah menerima hadiah

RASIKAFM.COM | SALATIGA – 19 Santri SMP RUQ Al Falah Salatiga kembali mendulang prestasi gemilang. Kali ini dalam ajang Kompetisi Inovasi Internasional “World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA), tanggal 10 – 13 Oktober 2024 di Kota Yogyakarta. Belum lama ini.

Mereka berhasil mendapatkan 1 GOLD MEDAL untuk Category Education, 3 GOLD MEDAL Category Enviroment Science.

Kepada wartawan, Muhammad Yasin Al Amin, Waka Kurikulum Unggulan SMP RUQ Al Falah mengatakan
Keempat kelompok dari SMP Al Falah membawa tema masing masing untuk dipresentasikan didepan Juri dalam ajang bergengsi ini.

Yasin mencontohkan misalnya, kelompok dari Bintang yang beranggotakan Fadhol Ubaidhilah (Kelas 9A), Muhammad Bintang Putra Syarifudin (Kelas 8B), M. Alif Nunzaihaq Saifullah (Kelas 8A), Rayhan Syah Setianto (Kelas 9A) dan M. Althaf Daniswara (Kelas 7A) berhasil mendapatkan GOLD MEDAL untuk Category Education.

“Mereka mempresentasikan edukasi terkait aplikasi yang digunakan untuk mengenalkan kota Salatiga “salatiga culture harmoni” melalui program AR” ujar Yasin.

Menurutnya Salatiga adalah kota tertoleran nomer dua di Indonesia, sehingga membuat siswa jadi tertarik untuk menggali lebih dalam, bahkan siswa juga dilibatkan saat membuat program yang mendukung.

Yasin menambahkan terdapat juga Kelompok lain dengan membuat sabun, bio insektisida dan membuat suplemen.”Alhamdulillah dari 4 kelompok yang kami kirim semua mendapatkan medali emas” tambahnya,

Menurut yasin, Ketika ada ivent Internasional sebisa mungkin pihak sekolah mengikuti, sedangkan jika lombanya didalam negeri minimal 3 kali dalam setahun bisa bergabung.

Sementara itu Arkan Dzaki Ulinuha, dirinya mengaku senang sekaligus bangga bisa terlibat di ajang bergensi ini. “Saya senang sekaligus bangga bisa mewakilli sekolah, apalagi pulangnya bisa membawa hadiah, ini kali pertama saya ikut lomba.” ujarnya.

Menurut Arkan dengan dirinya bersekolah di SMP Ruq Al Falah slogan “Never stop trying to upgrade every skill and passion you have. Step by step, and let it be a best” bisa terwujud.

Seperti diketahui Kompetisi Inovasi Internasional World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) tahun 2024 di Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa Yogyakarta. Diikuti lebih dari 150 Sekolah yang ada di Indonesia.

M. Yasin Al Amin saat diwawancarai Rasika FM

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]