[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Day: September 7, 2021

Jateng Bebas Dari PPKM Level 4, Ganjar: Terimakasih Masyarakat
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo SEMARANG – Penanganan pandemi di Jawa Tengah menunjukkan tren yang positif. Saat ini, tidak ada satu daerahpun di Jateng yang masuk dalam kategori level 4. Gubernur...
Pembongkaran Puluhan Rumah Di Simongan Berlangsung Ricuh
Satpol PP Kota Semarang merobohkan rumah tanpa IMB yang dibangun fiatas tanah milik Putut Sutopo di Kampung Karangjangkang, Jalan Taman Srindito, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat,...
Antusias Siswa Kelas 7 SMP 2 Salatiga di Hari Pertama Masuk Sekolah
Sejumlah siswa siswi kelas 7 di SMP 2 Salatiga saat mengikuti pembelajaran tatap muka hari pertama (Foto:/Rief) RASIKAFM – Ratusan Siswa Kelas 7 SMP 2 Salatiga Antusias Saat Raut muka Bahagia nampak...
perahu-nelayan-rawa-pening
Dua Tahun Tak Bisa Tanami Lahan, Petani Rawapening Desak Ketinggian Air Diturunkan
UNGARAN – Puluhan petani yang tergabung dalam Forum Petani Rawapening Bersatu (FPRPB) mendatangi kantor DPRD Kabupaten Semarang baru-baru ini. Mereka mengadukan nasibnya akibat tidak bisa menanami...
Meski Level 2, Bantuan Penanganan Covid-19 Tetap Mengalir Ke Kota Semarang
Pemerintah Kota Semarang menerima sejumlah bantuan kemanusiaan penanganan Covid-19 yang diberikan oleh Rotary Club Semarang, Senin (6/9/2021). RASIKAFM – Pemerintah Kota Semarang menerima sejumlah...

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon