KAWAN PEMANDU JALAN

Update Jembatan Layang Tol Jogja-Bawen di Exit Tol Bawen: Pilar Beton Sudah Tampak Berdiri

Dua pilar beton jembatan tol Jogja-Bawen di Seksi 6, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, telah berdiri untuk menopang jembatan layang yang akan melintasi Jalan Slamet Riyadi, dengan target penyelesaian pada Agustus 2024, menurut Kabag Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang, Zaenal Arifin. Proyek ini, dengan progres fisik 22 persen, juga melibatkan pembongkaran bangunan di seberang Exit Tol Bawen, termasuk Kantor Kelurahan Bawen dan SDN Bawen 01 yang akan direlokasi.

Dua pilar beton jembatan tol Jogja-Bawen di Seksi 6, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, telah berdiri untuk menopang jembatan layang yang akan melintasi Jalan Slamet Riyadi, dengan target penyelesaian pada Agustus 2024, menurut Kabag Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang, Zaenal Arifin. Proyek ini, dengan progres fisik 22 persen, juga melibatkan pembongkaran bangunan di seberang Exit Tol Bawen, termasuk Kantor Kelurahan Bawen dan SDN Bawen 01 yang akan direlokasi.

Mengaku Terancam, Seorang Pemodal Usaha Tambang Minta Perlindungan

Nicholas, pimpinan Koperasi Bahana Lintas Nusantara dan pemodal perusahaan tambang di Indonesia Timur, merasa terancam sejak 18 Juni 2024 karena rumahnya di Sidorejo, Kota Salatiga, digeruduk warga etnis tertentu yang memprotes pembukaan lahan tambang di Kampung Sawe Suma, Papua. Warga menuntut ganti rugi dan kompensasi, meskipun proyek tambang yang dilaksanakan oleh Ormas Barisan Merah Putih Papua belum dimulai.

Nicholas, pimpinan Koperasi Bahana Lintas Nusantara dan pemodal perusahaan tambang di Indonesia Timur, merasa terancam sejak 18 Juni 2024 karena rumahnya di Sidorejo, Kota Salatiga, digeruduk warga etnis tertentu yang memprotes pembukaan lahan tambang di Kampung Sawe Suma, Papua. Warga menuntut ganti rugi dan kompensasi, meskipun proyek tambang yang dilaksanakan oleh Ormas Barisan Merah Putih Papua belum dimulai.

Pembinaan Dharma Wanita di Tengaran, Peni Nugraha: Dolanane HP dikurangi, Ora Kabeh Digawe Story

Pada tanggal 20 Juni 2024, Peni Ngesti Nugraha, istri Bupati Semarang, menyoroti tingginya kasus perceraian di kalangan guru, yang sebagian besar disebabkan oleh seringnya bermain media sosial seperti TikTok dan Instagram, saat memberikan pembinaan kepada anggota Dharma Wanita IIKK di Kecamatan Tengaran. Peni mengingatkan pentingnya fokus mengurus rumah tangga dan mengurangi penggunaan HP, untuk mencegah masalah seperti CLBK (Cinta Lama Bubarkan Keluarga).

Pada tanggal 20 Juni 2024, Peni Ngesti Nugraha, istri Bupati Semarang, menyoroti tingginya kasus perceraian di kalangan guru, yang sebagian besar disebabkan oleh seringnya bermain media sosial seperti TikTok dan Instagram, saat memberikan pembinaan kepada anggota Dharma Wanita IIKK di Kecamatan Tengaran. Peni mengingatkan pentingnya fokus mengurus rumah tangga dan mengurangi penggunaan HP, untuk mencegah masalah seperti CLBK (Cinta Lama Bubarkan Keluarga).