KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Mengaku Terancam, Seorang Pemodal Usaha Tambang Minta Perlindungan

Mengaku Terancam, Seorang Pemodal Usaha Tambang Minta Perlindungan

Mengaku Terancam, Seorang Pemodal Usaha Tambang Minta Perlindungan

Nicholas, pimpinan Koperasi Bahana Lintas Nusantara dan pemodal perusahaan tambang di Indonesia Timur, merasa terancam sejak 18 Juni 2024 karena rumahnya di Sidorejo, Kota Salatiga, digeruduk warga etnis tertentu yang memprotes pembukaan lahan tambang di Kampung Sawe Suma, Papua. Warga menuntut ganti rugi dan kompensasi, meskipun proyek tambang yang dilaksanakan oleh Ormas Barisan Merah Putih Papua belum dimulai.
Foto Arief Rasika
Tim Pengacara keluarga Nicholas warga Salatiga yang menjadi korban intimidasi oleh sekelompok oknum etnis tertentu saat gelar konferensi Pers

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Adalah Nicholas, pimpinan Koperasi Bahana Lintas Nusantara, yang juga menjadi salah satu pemodal perusahaan tambang di wilayah Indonesia Timur, merasa terancam karena rumahnya digeruduk warga etnis tertentu, sejak Selasa 18 Juni lalu.

Diduga kedatangan warga tersebut untuk protes pembukaan lahan proyek tambang di Kampung Sawe Suma, Distrik Unrum Guaye, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Mereka meminta ganti rugi dan kompensasi atas pembukaan lahan tambang tersebut.

Melalui tim kuasa hukumnya yang dipimpin Mohammad Sofyan SH MH, aksi tersebut telah dilaporkan ke Polres Salatiga.

Sofyan menjelaskan, secara formil kliennya tidak ada kaitan hukum, dengan warga yang datang di rumahnya di Jl Merdeka Selatan No 54 Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

”Klien kami itu ikut serta modal pembukaan proyek tambang di Papua. Pelaksananya adalah Ormas Barisan Merah Putih (BMP) Papua. Proyek tambang itu pun belum dimulai,” ujar Sofyan, Jumat (21/6).
Menurut Sofyan beberapa hari ini, kliennya dan keluarganya merasa teracam dan diintimidasi.

”Nicholas keluarganya seperti tersandera dengan hadirnya kelompok warga yang datang ke rumah di Jalan Merdeka Selatan Salatiga. Saat ini klien kami dan keluarganya sudah diungsikan,” ungkap Sofyan.

Dijelaskannya pula korban dan keluarganya merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak konstitusional untuk mendapatkan perlindungan dan pelayanan hukum.
Sofyan meminta agar Polres Salatiga dapat menindak hukum pelaku yang telah mengintimidasi korban.

Diketahui, peristiwa ini berkaitan dengan rencana usaha pertambangan emas oleh salah satu perusahaan dari Salatiga, Bahana Lintas Nusantara (BLN) Grup dan menimbulkan masalah terkait adanya perusahaan hutan adat.

Terpisah, Kapolres Salatiga, AKBP Aryuni Novitasari, membenarkan bahwa pihaknya sedang melakukan langkah-langkah mediasi. “Sudah dilakukan dua kali mediasi di Polres Salatiga, namun belum ada kesepakatan,” jelasnya saat dikonfirmasi rasikafm.com,

Kapolres berharap masalah ini tidak meluas dan kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan untuk mencegah konflik yang lebih besar

Tim kuasa hukum, Mohammad Sofyan saat berikan keterangan pers

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Salatiga mengungkap dugaan perjudian sabung ayam di kawasan Grogol, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Minggu (1/11/2026). Polisi mengamankan enam orang, termasuk pria berinisial R (50) yang diduga menyediakan lahan sekaligus memperoleh uang meja dari aktivitas taruhan. Petugas turut menyita uang taruhan, dua ayam jago, dan sejumlah barang bukti lainnya.
Sediakan Tempat untuk Judi Sabung Ayam, Warga Salatiga Dicokok Polisi
Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
[pekok2]