KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Disdikbudpora Kabupaten Semarang Kaji Pembangunan SMP Baru di Pringapus dan Tuntang

Disdikbudpora Kabupaten Semarang Kaji Pembangunan SMP Baru di Pringapus dan Tuntang

Disdikbudpora Kabupaten Semarang Kaji Pembangunan SMP Baru di Pringapus dan Tuntang

Ilustrasi. (Foto Dok./IST)

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikbudpora) tengah mengkaji penambahan sekolah menengah pertama (SMP) baru untuk mengatasi kebutuhan layanan pendidikan di sejumlah wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, M Taufiqur Rahman mengatakan, wilayah yang paling mendesak untuk penambahan SMP berada di Kecamatan Pringapus.

“Di Pringapus nanti rencananya akan kita bangun SMP 4 Pringapus. Lokasinya di Klepu,” ujarnya saat dikonfirmasi di Ungaran, Jumat (29/5/2026).

Selain Pringapus, Disdikbudpora juga mengkaji pembangunan SMP baru di Kecamatan Tuntang, tepatnya di Desa Sraten.

“Wacananya ada SMP 4 Tuntang di Desa Sraten. Tapi kajiannya masih kita jalankan terus,” katanya.

Menurut Taufiq, pihaknya juga berupaya meningkatkan status SMP satu atap (satap) menjadi SMP negeri mandiri. Langkah itu dilakukan apabila kebutuhan tenaga pendidik dan sarana prasarana telah terpenuhi.

“Kalau pendidiknya terpenuhi, sarprasnya terpenuhi, itu bisa menjadi SMP negeri secara mandiri, tidak perlu satap. Dukungan dari pusat melalui DAK juga akan lebih kuat kalau statusnya SMP negeri penuh,” jelasnya.

Untuk rencana pembangunan SMP di Pringapus, saat ini Disdikbudpora telah melakukan kajian lokasi, potensi siswa, hingga kesiapan tenaga pengajar dan sarana pendukung.

“Lokasinya di SD yang kita regroup. Jadi tidak asal berdiri, tapi kita kaji tempatnya, gurunya, daya dukung dan potensi siswanya,” ungkapnya.

Ia berharap pembangunan sekolah baru tersebut dapat direalisasikan mulai tahun depan.

“Insya Allah tahun depan,” katanya.

Selain penambahan sekolah, pihaknya juga melanjutkan program regrouping sekolah dasar (SD). Tahun ini terdapat usulan penggabungan 12 SD menjadi enam sekolah.

“Awalnya ada 20 SD jadi 10, tapi setelah proses usulan dan verifikasi sekarang ada 12 yang nanti menjadi enam,” jelasnya.

Program regrouping dilakukan terhadap sekolah dengan jumlah murid sedikit dan berada dalam satu kompleks atau satu kampus agar pengelolaan lebih efektif.

“Supaya manajemennya lebih rapi, lebih tertata dan efektif,” tandasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]