URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Grup hadroh modern Ukhti Salam Bernada (USB) yang beranggotakan 17 pensiunan pejabat Pemerintah Kota Salatiga tampil memukau dalam acara Patlikuran di rumah dinas wali kota, Sabtu (23/5/2026). Dibentuk pada Februari 2026 sebagai wadah silaturahmi dan berkarya, grup ini memadukan rebana dengan alat musik modern serta telah menerima sejumlah undangan pentas di berbagai daerah sekitar Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Meriahkan Acara Patlikuran, Hadroh USB Tampil Memukau Ratusan Penonton di Rumdis Walikota

Meriahkan Acara Patlikuran, Hadroh USB Tampil Memukau Ratusan Penonton di Rumdis Walikota

Meriahkan Acara Patlikuran, Hadroh USB Tampil Memukau Ratusan Penonton di Rumdis Walikota

Hadroh Ukti Salam Bernada berfoto dengan wali kota Salatiga sesaat setelah tampil di Acara Patlikuran. (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Belasan ibu pensiunan dari pejabat Pemkot Salatiga tampil memukau di acara Patlikuran di rumah dinas wali kota, Sabtu malam ( 23/5/2026). Kehadiran grub hadroh yang diberi nama Ukti Salam Bernada ( USB). Tentu memberi warna lain hiburan dimalam minggu.

Kepada rasikafm.com, Ketua Hadroh Ukhi Salam Bernada, Nunuk Dartini, S.Pd,M.Si menjelaskan, lahirnya hadroh modern ini tidak hanya menggunakan alat keprok dan rebana/terbang, namun ada drum, orgen, keyboard dan tamborin. “ Grub ini baru kita bentuk pada 28 Februari 2026, dengan jumlah anggota 17 orang, personilnya mantan pejabat Pemkot Salatiga,” jelas Nunuk.

Menurut Nunuk, ide awal terbentuknya grub hadroh ini bermula dari komunitas pensiunan Pemkot Salatiga yang tergabung dalam Salam ( Sahabat Lama Salatiga) saat akan halal bihalal di bulan Maret lalu. Kemudian muncul ide untuk mengisi acaranya dengan hadroh. “ Akhirnya kita tetap tampil. Untuk alat milik sendiri dan disuport oleh para suami kita,” imbuh Nunuk yang pegang Drum ini.

Dikatakan Nunuk, ke-17 personil hadroh penuh semangat dalam berlatih yang dimentori pelatih hadroh Aan Dwi Suwanto, sehingga tidak butuh waktu lama maka grub hadroh ini sudah mahir dalam menghibur penonton. Bahkan grub ini sudah ditanggap ke sejumlah daerah di sekitar Salatiga.” Kita sudah tanggapan dan dibayar lho, tapi visi misi kita sebenarnya tidak itu, kami kumpulan pensiunan yang ingin tetap berkarya. Kami pernah ditanggap di Jambu, Suruh, Banyumili, ke depan mau ditanggap di Ampel, Boyolali. Untuk tarifnya, rahasia,” imbuh mantan kepala dinas Pendidikan kota Salatiga ini.

Grup USB saat tampil

Selain grub hadroh, mereka juga membuat grub line dance dengan nama Pesona Liuk Bunda dan juga dancing harmoni. “ Jadi liuknya mempesona dan kami rutin melakukan latihan. Jadi selain ajang silaturahmi, juga dapat sehatnya,” ujarnya.

Sementara itu bagi Aan Dwi Suwanto, pelatih hadroh mengaku meski rata rata usia anggota USB diatas 60 tahun, namun semanggat dan daya ingat mereka masih cukup bagus, terbukti saat dilatih lagu baru dan irama music mereka cepat beradaptasi. “Setiap kali Latihan bagi kami tidak begitu susah untuk mengajarkan meraka alunan nada dan vocal, sehingga meski baru terbentuk grup ini cukup bisa dibanggakan”. Kata Aan.

Nunuk Dartini, Ketua Hadroh Ukhi Salam Bernada

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan