URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Boyolali bersiap merayakan Hari Jadi ke-179 dengan rangkaian acara budaya, kuliner, seni, olahraga, dan aksi sosial sepanjang Juni 2026. Mengusung tema “Boyolali Bersolek, Merawat Tradisi dan Memoles Potensi”, perayaan akan dimeriahkan Kirab Obor, Merbabu Art Fest, Boyolali Night Carnival, hingga Festival Soto Nusantara yang menyediakan 500 porsi gratis bagi masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu

featured-img

BOYOLALI – Kabupaten Boyolali bersiap menyambut hari istimewa. Memasuki usia ke-179 tahun, Kota Susu menghadirkan rangkaian perayaan meriah yang memadukan budaya, tradisi, kuliner, seni, olahraga hingga aksi kepedulian sosial dalam satu pesta rakyat yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Mengusung tema “Boyolali Bersolek, Merawat Tradisi dan Memoles Potensi”, peringatan Hari Jadi ke-179 Boyolali tahun 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menegaskan identitas daerah sekaligus memperkenalkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki Boyolali kepada publik yang lebih luas.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-179 Boyolali, Syawalludin, menjelaskan bahwa tema tersebut menggambarkan semangat Boyolali yang terus berbenah menuju daerah yang semakin maju dan berkualitas.

“Boyolali bersolek bukan hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya dalam Podcast Merapi di Simpang Siaga Boyolali.

Menurutnya, “Merawat Tradisi” menjadi pengingat agar nilai-nilai gotong royong, toleransi, kerukunan, dan kebersamaan tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Sementara “Memoles Potensi” merupakan ajakan untuk mengoptimalkan kekuatan daerah, mulai dari sektor peternakan, pertanian, UMKM, ekonomi kreatif hingga pariwisata.

Dari Kirab Obor hingga Boyolali Night Carnival

Rangkaian perayaan akan diawali pada Kamis, 4 Juni 2026, dengan kegiatan khataman di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali. Saat malam tiba, suasana akan semakin semarak dengan Kirab Obor dan Niti Tilas yang menempuh rute dari Rumah Dinas Bupati menuju Kali Gede.

Sebanyak 22 camat se-Kabupaten Boyolali akan turut ambil bagian dalam kirab yang menjadi simbol semangat persatuan, kebersamaan, dan perjalanan panjang pembangunan Boyolali.

Kemeriahan berlanjut pada Jumat, 5 Juni 2026, melalui ziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran yang dilanjutkan dengan pembukaan Merbabu Art Festival 2026.

Puncak pesta rakyat akan berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026, melalui Kirab Budaya dan Boyolali Night Carnival, agenda spektakuler yang diprediksi menjadi magnet ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Parade kostum kreatif, atraksi seni budaya, hingga pertunjukan malam yang memukau siap menyulap pusat kota menjadi panggung hiburan terbesar tahun ini.

Festival Soto Nusantara, 500 Porsi Gratis untuk Warga

Tak hanya budaya dan hiburan, Boyolali juga mengajak masyarakat menjelajahi kekayaan kuliner Nusantara melalui Festival Soto Nusantara yang digelar di kawasan Patung Susu Murni.

Berbagai jenis soto legendaris dari berbagai daerah akan hadir dalam festival ini, mulai dari Soto Boyolali, Soto Sokaraja, Soto Lamongan hingga aneka varian soto khas Indonesia lainnya.

Menariknya, panitia menyiapkan 500 porsi soto gratis bagi masyarakat yang hadir sehingga festival ini dipastikan menjadi salah satu agenda favorit warga.

Karangan Bunga Diganti Bibit Pohon

Dalam semangat menjaga lingkungan, Pemkab Boyolali kembali melanjutkan gerakan yang sempat mendapat apresiasi luas pada tahun sebelumnya.

Instansi pemerintah, perusahaan, maupun lembaga yang ingin memberikan ucapan selamat Hari Jadi Boyolali diimbau mengganti karangan bunga dengan bibit pohon.

Bibit yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk penghijauan di sejumlah titik, mulai dari bantaran sungai, kawasan jembatan hingga lokasi yang membutuhkan tambahan ruang terbuka hijau.

“Kami berharap gerakan ini semakin memperkuat komitmen Boyolali terhadap pelestarian lingkungan hidup,” kata Syawalludin.

Merbabu Art Fest Angkat Spirit “Titi Jagat”

Salah satu agenda yang paling dinantikan masyarakat adalah Merbabu Art Fest yang tahun ini memasuki penyelenggaraan keenam.

Mengangkat tema “Titi Jagat”, festival ini menghadirkan ruang refleksi dan kesadaran agar manusia senantiasa rendah hati serta menghormati warisan para pendahulu.

Penggagas kegiatan, Harmoko, mengungkapkan bahwa ratusan pelajar SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Boyolali telah menjalani proses latihan selama tiga bulan untuk menampilkan pertunjukan terbaik mereka.

“Titi Jagat adalah ruang kesadaran. Kita diajak menyelaraskan diri dan menghargai warisan para pendahulu,” ujarnya.

Momentum Menatap Masa Depan

Selain berbagai agenda budaya dan hiburan, Hari Jadi ke-179 Boyolali juga akan diramaikan dengan kegiatan olahraga, donor darah, bakti sosial, panen raya, pembagian sembako hingga pengajian akbar pada 26 Juni 2026.

Wakil Ketua DPRD Boyolali, Nur Arifin, menilai peringatan hari jadi harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk membangun daerah.

“Potensi Boyolali sangat besar. Mari bersama-sama membangun Boyolali agar semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya.

Dengan rangkaian acara yang sarat makna dan melibatkan masyarakat secara luas, Hari Jadi ke-179 Boyolali bukan hanya menjadi pesta perayaan, tetapi juga simbol optimisme dan semangat bersama untuk membawa Kota Susu melangkah semakin jauh menuju masa depan yang lebih gemilang.

BACA JUGA :

Sebanyak 12 gunungan hasil bumi dikirab warga RW 04 Kelurahan Tegalrejo, Kota Salatiga, dalam tradisi Grebeg Malam 1 Sura menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Kegiatan yang digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan ini diisi doa bersama dan kirab gunungan yang melambangkan harapan akan kesehatan, keberkahan, kelimpahan rezeki, serta kerukunan bagi masyarakat.
Arak Gunungan, Warga Tegalrejo Salatiga Berharap dapat Berkah
Sebanyak 11.800 peserta dari sekolah, madrasah, pondok pesantren, dan organisasi masyarakat memeriahkan Pawai Taaruf Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kota Salatiga, Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang disambut Wali Kota Salatiga Robby Hernawan ini digelar untuk memperkuat syiar Islam, kebersamaan, dan toleransi melalui pawai dengan beragam atribut, kendaraan hias, serta penampilan seni Islami yang menyedot antusiasme warga.
Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Taaruf Tahun Baru Islam di Salatiga
Doni Prasetyo menggelar ritual jamasan puluhan keris di rumahnya di Butuh, Kutowinangun Lor, Kota Salatiga, pada malam 1 Suro sebagai tradisi tahunan perawatan pusaka. Dengan membersihkan bilah keris menggunakan jeruk nipis dan air kembang yang disertai doa, tradisi ini dilakukan untuk merawat, menghormati, dan melestarikan warisan budaya Jawa yang diwariskan lintas generasi.
Malam 1 Suro, Doni Bersihkan Puluhan Benda Pusaka. Maknanya Dalam
Ratusan warga Dusun Muneng, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, menggelar tradisi kupatan pada Senin (15/6/2026) petang untuk menyambut Tahun Baru Islam atau malam 1 Suro. Tradisi turun-temurun yang diawali doa bersama dan azan ke empat penjuru mata angin itu dilaksanakan sebagai ungkapan syukur, doa keselamatan, serta upaya melestarikan warisan leluhur yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Semarak Malam 1 Suro, Ratusan Warga Muneng Ungaran Timur Gelar Kupatan di Tengah Jalan
Warga Dukuh Gambirsari RW 10, Randuacir, Salatiga, menggelar tradisi Kenduren-nan di serambi Masjid Nuril Anwar - Al Khair 7 untuk merayakan Iduladha. Seluruh warga lintas agama berdoa bersama lalu makan kembul bujana dari hidangan gotong royong. Ketua RW berharap kebersamaan ini terus terjalin erat ke depan.
Toleransi saat Iduladha, Ratusan Warga Gambirsari Gelar Tradisi Kenduren dan Kembul Bujana Lintas Agama
Sanggar Tari Cakra Pamungkas menggelar pentas tari di RTH Desa Klero, Tengaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (2/5/2026) malam, dalam rangka Hari Tari, HUT ke-4 sanggar, dan HUT Kecamatan, untuk melestarikan budaya melalui pertunjukan tari tradisional yang melibatkan generasi muda.
Peringati Hari Tari, Puluhan Penari asal Tengaran Unjuk Kebolehan dalam HANJOGED

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu