KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Jalan Randublatung–Cepu Jadi Prioritas, Gubernur Ahmad Luthfi Janjikan Perbaikan Maksimal September 2026

Jalan Randublatung–Cepu Jadi Prioritas, Gubernur Ahmad Luthfi Janjikan Perbaikan Maksimal September 2026

Jalan Randublatung–Cepu Jadi Prioritas, Gubernur Ahmad Luthfi Janjikan Perbaikan Maksimal September 2026

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

BLORA – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan ruas jalan Randublatung–Cepu di Kabupaten Blora menjadi salah satu prioritas perbaikan infrastruktur pada tahun 2026. Komitmen tersebut disampaikan menyusul keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak dan sempat memicu aksi protes warga.

Menurut Luthfi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memaksimalkan perbaikan sejumlah ruas jalan yang belum tertangani secara optimal melalui Anggaran Perubahan 2026 yang dijadwalkan pada September mendatang.

“September mendatang pada saat anggaran perubahan, jalan-jalan yang belum maksimal, termasuk Randublatung–Cepu, akan kami maksimalkan,” ujar Luthfi.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Blora sebenarnya telah menjadi salah satu daerah prioritas pembangunan infrastruktur jalan sejak tahun 2025. Hal itu dibuktikan dengan alokasi anggaran yang telah dikucurkan Pemprov Jawa Tengah mencapai Rp75 miliar.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp45 miliar digunakan untuk perbaikan jalan provinsi, sementara Rp30 miliar dialokasikan untuk peningkatan dan perbaikan ruas jalan kabupaten.

Terkait keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi pada tahun ini, Luthfi mengatakan pemerintah akan mencari solusi dengan mengalihkan sejumlah sumber pembiayaan, termasuk dana Pokok Pikiran (Pokir) dan sumber anggaran lainnya untuk mendukung percepatan perbaikan jalan.

Menurutnya, kerusakan sejumlah ruas jalan di Jawa Tengah juga dipengaruhi oleh musim hujan yang berlangsung cukup panjang. Karena itu, memasuki musim kemarau, pemerintah akan fokus melakukan percepatan penanganan jalan-jalan yang mengalami kerusakan berat.

“Kami sedang cek lagi, jalan yang rusak berat mana saja, kami harus selesaikan,” tegasnya.

Viral dan Picu Aksi Protes Warga

Sebelumnya, nama Ahmad Luthfi menjadi sorotan publik setelah pernyataannya dalam acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 di Kudus pada 26 Mei 2026 viral di media sosial.

Saat itu, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, meminta bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menangani kerusakan jalan Randublatung–Cepu.

Menanggapi permintaan tersebut, Luthfi menjelaskan bahwa pembangunan jalan harus mempertimbangkan skala prioritas dan dampak ekonomi yang dihasilkan, terutama di tengah keterbatasan anggaran.

“Kalau membangun jalan tetapi tidak memberikan efek kepada masyarakat, tidak ada gunanya. Jadi kita harus memilih dan memilah, apakah pembangunan jalan tersebut memberikan efek domino terhadap ekonomi,” ujarnya.

Pernyataan itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu reaksi warga Blora. Sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang dinilai memprihatinkan, sejumlah warga melakukan aksi simbolis dengan menanam pohon pisang di tengah ruas jalan Randublatung–Cepu pada akhir Mei lalu.

Tak hanya itu, warga juga memberikan kartu kuning kepada Gubernur Ahmad Luthfi sebagai bentuk peringatan sekaligus harapan agar perbaikan jalan segera direalisasikan.

Dengan adanya komitmen perbaikan melalui anggaran perubahan mendatang, masyarakat berharap kondisi jalan Randublatung–Cepu dapat segera dibenahi sehingga mampu mendukung mobilitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Blora bagian selatan.

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]