URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polres Semarang meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki musim kemarau dengan memperkuat kesiapsiagaan personel, memetakan wilayah rawan, serta mengintensifkan patroli terpadu bersama TNI, BPBD, dan instansi terkait. Kapolres Semarang, Heru Dwi Purnomo, menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko kebakaran melalui pencegahan, edukasi masyarakat, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Musim Kemarau Kian Memuncak, Kapolres Semarang: Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan!

Musim Kemarau Kian Memuncak, Kapolres Semarang: Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan!

Musim Kemarau Kian Memuncak, Kapolres Semarang: Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan!

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo bersama personel TNI, BPBD, dan Satpol PP Damkar Kabupaten Semarang mengecek kesiapan armada pendukung langkah pencegahan karhutla di Mapolres Semarang, Rabu (5/8/2026). Foto: Humas Polres Semarang
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo bersama personel TNI, BPBD, dan Satpol PP Damkar Kabupaten Semarang mengecek kesiapan armada pendukung langkah pencegahan karhutla di Mapolres Semarang, Rabu (5/8/2026). Foto: Humas Polres Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Memasuki musim kemarau, Polres Semarang meningkatkan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memperkuat kesiapsiagaan personel, memetakan daerah rawan, serta mengintensifkan patroli bersama lintas instansi. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi kebakaran yang dapat mengancam lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga perekonomian.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan pencegahan harus menjadi prioritas karena dampak karhutla sangat luas dan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

“Dampak Karhutla sangat kompleks, mulai dari rusaknya ekosistem dan lingkungan hidup, terganggunya kesehatan masyarakat akibat kabut asap, hingga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi. Karena itu diperlukan kesiapan seluruh personel dan sinergi semua pihak untuk melakukan langkah-langkah pencegahan secara maksimal,” ujarnya di Mapolres Semarang, Kamis (6/8/2026).

Ia meminta seluruh jajaran segera memetakan wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran. Selain itu, patroli terpadu bersama TNI, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan instansi terkait akan terus ditingkatkan, disertai edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan.

“Saya instruksikan seluruh jajaran agar melakukan pemetaan terhadap wilayah yang rawan Karhutla. Patroli terpadu harus terus diintensifkan dan dibarengi edukasi secara masif kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar selalu dalam kondisi siaga dengan dukungan kendaraan operasional, peralatan pemadam, dan alat komunikasi yang siap digunakan sewaktu-waktu. Di sisi lain, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan akan dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Seluruh personel harus selalu stand by on call. Kendaraan operasional, peralatan pemadam, hingga alat komunikasi harus dipastikan siap digunakan. Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran juga harus dilakukan secara tegas, profesional, transparan, dan sesuai peraturan perundang-undangan,” katanya.

Menurutnya, koordinasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan penanganan karhutla. Namun ia mengingatkan agar setiap personel tetap mengutamakan keselamatan saat bertugas di lapangan.

“Sinergitas antarinstansi harus terus diperkuat, namun yang tidak kalah penting adalah keselamatan personel saat bertugas di lapangan. Semua tindakan harus dilakukan sesuai prosedur dengan mengutamakan keamanan anggota,” ujarnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat tidak membakar sampah atau membersihkan lahan menggunakan api tanpa pengawasan, tidak membuang puntung rokok sembarangan di lahan kering, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api melalui layanan darurat Polri 110 agar dapat segera ditangani.

“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar Kabupaten Semarang terhindar dari kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved