RASIKAFM.COM | UNGARAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Semarang memperkuat langkah pencegahan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blondo, Kecamatan Bawen, seiring meningkatnya risiko kebakaran pada musim kemarau.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, mengatakan pihaknya telah melakukan penyemprotan di sejumlah titik yang dinilai rawan memicu kebakaran di TPA Blondo.
“Beberapa hari lalu kami sudah melakukan penyemprotan di spot-spot sampah yang rawan kebakaran menggunakan satu unit mobil Damkar dari Posko Terpadu Bawen. Kegiatan ini merupakan upaya pencegahan agar tidak sampai terjadi kebakaran di TPA Blondo,” ujar Anang saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).
Ia menambahkan, penyemprotan akan dilakukan secara rutin sedikitnya dua kali setiap bulan sebagai langkah antisipasi selama musim kemarau berlangsung.
Di sisi lain, Anang mengungkapkan tren kebakaran di Kabupaten Semarang mulai menunjukkan peningkatan. Hingga awal Agustus 2026 tercatat sudah terjadi 80 kejadian kebakaran yang meliputi rumah huni dan lahan. Sebelumnya, selama Juli terdapat 44 kejadian, dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi kasus terbanyak, yakni mencapai 15 kejadian.
“Di bulan Juli kebakaran lahan menjadi yang paling banyak. Memasuki awal Agustus juga sudah ada delapan kejadian kebakaran,” katanya.
Menurut Anang, meningkatnya kejadian kebakaran dipengaruhi cuaca panas akibat fenomena El Nino, ditambah faktor kelalaian manusia.
“Penyebabnya selain dampak El Nino yang membuat suhu semakin panas, juga perilaku masyarakat. Jangan membuang puntung rokok sembarangan karena bisa memicu kebakaran. Bahkan gesekan ranting-ranting kering saat cuaca panas juga berpotensi menimbulkan api,” jelasnya.
Sebagai upaya pencegahan, pihaknya telah menyebarkan flyer serta surat edaran Pemerintah Kabupaten Semarang kepada desa-desa dan para pemangku kepentingan.
“Kami juga memberikan edukasi dan pelatihan penanggulangan kebakaran kepada masyarakat, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA,” lanjutnya.
Anang menambahkan, wilayah yang sebelumnya banyak terjadi kebakaran berada di Kecamatan Ungaran Barat dan Ungaran Timur. Namun selama Juli, kejadian mulai bergeser ke wilayah pedesaan yang didominasi kebakaran hutan dan lahan. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, seluruh personel yang tersebar di tujuh Pos Damkar disiagakan selama 24 jam. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, serta Damkar kabupaten/kota sekitar dalam penanganan kebakaran, khususnya kebakaran hutan dan lahan.
“Seluruh personel kami siaga 24 jam. Kami juga akan melakukan pengecekan kesiapan anggota, kendaraan khusus, dan seluruh peralatan pemadam agar selalu siap digunakan sewaktu-waktu,” pungkasnya. (win)








