URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan monitoring implementasi indikator Desa Antikorupsi di Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu (5/8/2026). Ketua Tim Monitoring sekaligus Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Aris Dedy Arham, meminta pemerintah desa lebih tertib menyusun laporan keuangan BUMDes setiap semester sesuai ketentuan, sekaligus memastikan komitmen desa dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Mbak Google

KABAR RASIKA

KPK Ingatkan Laporan BUMDes Saat Monitoring Desa Antikorupsi di Banyubiru

KPK Ingatkan Laporan BUMDes Saat Monitoring Desa Antikorupsi di Banyubiru

KPK Ingatkan Laporan BUMDes Saat Monitoring Desa Antikorupsi di Banyubiru

KPK RI melaksanakan monitoring implementasi indikator Desa Antikorupsi di Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu (5/8/2026). Foto: win
KPK RI melaksanakan monitoring implementasi indikator Desa Antikorupsi di Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu (5/8/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melaksanakan monitoring implementasi indikator Desa Antikorupsi di Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu (5/8/2026).

Saat kegiatan tersebut, KPK memberikan catatan agar pemerintah desa lebih memperhatikan penyusunan laporan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebab, masih banyak desa yang belum menyusun laporan sesuai ketentuan pemerintah, yakni minimal dua kali dalam setahun.

“Kami mengingatkan penyusunan laporan BUMDes karena masih banyak desa yang hanya membuat laporan di akhir tahun, padahal seharusnya setiap semester,” ujar Ketua Tim Monitoring sekaligus Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Permas) KPK RI, Aris Dedy Arham.

Monitoring ini merupakan evaluasi berkala yang dilakukan setiap dua tahun sekali sejak Desa Banyubiru ditetapkan sebagai Desa Percontohan Antikorupsi pada 2022. Kedatangan tim KPK bertujuan memastikan komitmen pemerintah desa, perangkat desa, hingga masyarakat dalam menjaga implementasi indikator Desa Antikorupsi.

“Desa Banyubiru sudah dinobatkan menjadi percontohan Desa Antikorupsi tahun 2022. Sesuai panduan, setiap dua tahun sekali kami melakukan monitoring untuk memastikan desa ini masih konsisten menjalankan indikator-indikator Desa Antikorupsi,” katanya.

Ia menjelaskan, penilaian mengacu pada lima komponen utama dan 18 indikator, meliputi tata kelola pemerintahan, penguatan pengawasan, pelayanan publik, partisipasi masyarakat, serta pelestarian kearifan lokal.

“Secara garis besar kami melihat Desa Banyubiru masih memenuhi lima komponen ini. Namun sifatnya masih makro. Kami belum masuk melihat arsip maupun dokumentasi secara detail,” urainya.

Menurut Aris, pemeriksaan lebih mendalam akan dilakukan pada 2027 bersama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Desa, pemerintah provinsi, serta sejumlah mitra lainnya.

“Pada penilaian ulang tahun depan kami akan melihat lebih detail apakah seluruh indikator benar-benar diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa,” jelasnya.

Aris menambahkan, keberadaan Desa Antikorupsi terbukti memberikan dampak positif. Desa yang menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dinilai lebih mudah memperoleh kepercayaan masyarakat maupun berbagai program dari pemerintah dan dunia usaha.

“Desa-desa antikorupsi mendapatkan kepercayaan lebih besar dari masyarakat, perusahaan melalui program CSR, maupun pemerintah untuk menjadi lokasi berbagai program percontohan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Semarang Nur Arifah mengapresiasi hasil monitoring KPK yang menunjukkan Desa Banyubiru masih layak menyandang predikat Desa Antikorupsi.
Menurutnya, paparan pemerintah desa telah mencerminkan lima komponen dan 18 indikator yang menjadi standar penilaian KPK.

“Desa Banyubiru memang layak menjadi juara Desa Antikorupsi. Prestasi yang sudah diraih harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan melalui inovasi dan perbaikan di berbagai aspek,” katanya.

Nur Arifah juga berharap semakin banyak desa di Kabupaten Semarang mengikuti jejak Banyubiru.

“Pemerintah Kabupaten Semarang tentu mendukung agar desa-desa antikorupsi terus bertambah. Yang terpenting adalah seluruh penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan sesuai aturan sehingga tata kelola pemerintahan semakin baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Banyubiru Sri Anggoro menyebut predikat Desa Antikorupsi menjadi pintu masuk berbagai prestasi yang diraih desa dalam beberapa tahun terakhir. Sejak ditetapkan sebagai Desa Antikorupsi pada 2022, Banyubiru berhasil meraih Anugerah Sasana Desa Jagaddhita dari Kementerian Hukum dan HAM pada 2023, memperoleh dana insentif desa berkinerja terbaik dari Kementerian Keuangan, ditetapkan sebagai Desa Tangguh Budaya pada 2024, meraih predikat Level 5 Desa Matang PBB pada 2025, hingga menjadi juara pertama pengelolaan keuangan desa dari Kejaksaan Agung pada 2026.

“Semua prestasi ini merupakan hasil kerja sama dan komitmen bersama. Kami terus bersinergi dengan berbagai lembaga, mulai dari KPK, kementerian, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga seluruh organisasi kemasyarakatan di desa untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” bebernya. (win)

BACA JUGA :

Dinas Sosial Kabupaten Semarang menyiagakan satu unit mobil tangki air bersih di Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, mulai Agustus 2026 untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah, menjelaskan layanan ini diberikan setelah adanya permohonan dari warga RW 3 dan RW 4 Dusun Ngobo, dengan distribusi rutin setiap dua hari sekali sebanyak 10.000 liter air per pengiriman hingga 21 Agustus guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Desa Kemitir Sumowono Dilanda Krisis Air Bersih, Dinsos Kabupaten Semarang Siagakan Mobil Tangki Layani Droping Dua Hari Sekali
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang
Dua kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kecamatan Bergas dan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (4/8/2026). Kebakaran di Toko Niki Mantep diduga dipicu korsleting listrik, sedangkan kebakaran rumah di Desa Klero diduga berasal dari tungku yang masih menyala. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran dan bantuan warga, kedua peristiwa berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Dalam Waktu Bersamaan, Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Semarang
Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Salatiga menerjunkan 30 anggotanya untuk mendukung pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Ketua PPI Kota Salatiga Aditya Ramadhan menyebut kolaborasi bersama TNI dan masyarakat ini menjadi bentuk pengabdian sekaligus pengalaman perdana yang diharapkan memperkuat semangat gotong royong.
Terjun Langsung Bantu TMMD, PPI Salatiga bantu Kegiatan Kemasyarakatan
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU: Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Proyek wisata Jateng Valley di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, hingga kini belum kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut disampaikan warga dan pemerintah kelurahan, Senin (3/8/2026), yang berharap pembangunan segera diteruskan agar kawasan kembali hidup, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Mangkraknya Jateng Valley, Warga Menanti Proyek Wisata Kembali Hidup

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga