KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Update Jembatan Layang Tol Jogja-Bawen di Exit Tol Bawen: Pilar Beton Sudah Tampak Berdiri

Update Jembatan Layang Tol Jogja-Bawen di Exit Tol Bawen: Pilar Beton Sudah Tampak Berdiri

Update Jembatan Layang Tol Jogja-Bawen di Exit Tol Bawen: Pilar Beton Sudah Tampak Berdiri

Dua pilar beton penyangga jembatan tol Jogja-Bawen yang berada di Seksi 6, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang sudah tampak berdiri, Jumat (21/6/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dua pilar beton jembatan tol Jogja-Bawen yang berada di Seksi 6, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang sudah tampak berdiri. Dua pilar tersebut digunakan untuk menopang jembatan layang yang akan melintasi atau menyeberangi Jalan Slamet Riyadi atau Jalur Semarang-Solo.

Dijelaskan Kabag Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang, Zaenal Arifin mengatakan jembatan ditargetkan  selesai dipasang pada 2024 ini. “Insyaallah Agustus selesai dipasang,” ungkap Zaenal belum lama ini.

Tak hanya pilar jembatan yang sudah tampak berdiri, bangunan di seberang Exit Tol Bawen juga sudah dibongkar.

Nantinya, Kantor Kelurahan Bawen dan SDN Bawen 01 akan direlokasi karena terkena pembongkaran. Seksi 6 sendiri merupakan seksi paling ujung dari pembangunan Tol Jogja-Bawen, di mana Seksi 1 berada di Yogyakarta. Meskipun demikian, pembangunan Seksi 6 dan Seksi 1 merupakan tahap awal dan keduanya dikerjakan dahulu.

“Progress fisik sudah selesai 22 persen,” imbuhnya.

Sementara Bupati Semarang, Ngesti Nugraha dikonfirmasi sebelumnya mengatakan bahwa nantinya Exit Tol Bawen lama yang berada di dekat Terminal Bawen akan diperuntukkan hanya untuk kendaraan yang hendak keluar tol.

“Jadi yang di samping pasar hewan (Pasar Pon Ambarawa) nanti untuk pintu masuk dan keluar yang utama, sedangkan exit tol yang saat ini di Bawen itu hanya untuk keluar saja,” ungkapnya.

Rencana itu, imbuhnya, perlu dilaksanakan lantaran kerap terjadi kecelakaan di persimpangan Exit Tol Bawen lama. Di sana, terdapat kontur jalan yang menurun dari arah Terminal Bawen sehingga berpotensi membahayakan kendaraan yang berhenti di lampu lalu lintas persimpangan itu.

“Sehingga nantinya tidak ada cross dan (exit tol) dipakai untuk keluar saja atau langsung belok kiri.
Untuk yang mau ke kanan, bisa disiapkan u-turn sehingga tidak ada persimpangan dan lampu merah,” bebernya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]