URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dua pilar beton jembatan tol Jogja-Bawen di Seksi 6, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, telah berdiri untuk menopang jembatan layang yang akan melintasi Jalan Slamet Riyadi, dengan target penyelesaian pada Agustus 2024, menurut Kabag Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang, Zaenal Arifin. Proyek ini, dengan progres fisik 22 persen, juga melibatkan pembongkaran bangunan di seberang Exit Tol Bawen, termasuk Kantor Kelurahan Bawen dan SDN Bawen 01 yang akan direlokasi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Update Jembatan Layang Tol Jogja-Bawen di Exit Tol Bawen: Pilar Beton Sudah Tampak Berdiri

Update Jembatan Layang Tol Jogja-Bawen di Exit Tol Bawen: Pilar Beton Sudah Tampak Berdiri

Update Jembatan Layang Tol Jogja-Bawen di Exit Tol Bawen: Pilar Beton Sudah Tampak Berdiri

Dua pilar beton penyangga jembatan tol Jogja-Bawen yang berada di Seksi 6, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang sudah tampak berdiri, Jumat (21/6/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dua pilar beton jembatan tol Jogja-Bawen yang berada di Seksi 6, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang sudah tampak berdiri. Dua pilar tersebut digunakan untuk menopang jembatan layang yang akan melintasi atau menyeberangi Jalan Slamet Riyadi atau Jalur Semarang-Solo.

Dijelaskan Kabag Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang, Zaenal Arifin mengatakan jembatan ditargetkan  selesai dipasang pada 2024 ini. “Insyaallah Agustus selesai dipasang,” ungkap Zaenal belum lama ini.

Tak hanya pilar jembatan yang sudah tampak berdiri, bangunan di seberang Exit Tol Bawen juga sudah dibongkar.

Nantinya, Kantor Kelurahan Bawen dan SDN Bawen 01 akan direlokasi karena terkena pembongkaran. Seksi 6 sendiri merupakan seksi paling ujung dari pembangunan Tol Jogja-Bawen, di mana Seksi 1 berada di Yogyakarta. Meskipun demikian, pembangunan Seksi 6 dan Seksi 1 merupakan tahap awal dan keduanya dikerjakan dahulu.

“Progress fisik sudah selesai 22 persen,” imbuhnya.

Sementara Bupati Semarang, Ngesti Nugraha dikonfirmasi sebelumnya mengatakan bahwa nantinya Exit Tol Bawen lama yang berada di dekat Terminal Bawen akan diperuntukkan hanya untuk kendaraan yang hendak keluar tol.

“Jadi yang di samping pasar hewan (Pasar Pon Ambarawa) nanti untuk pintu masuk dan keluar yang utama, sedangkan exit tol yang saat ini di Bawen itu hanya untuk keluar saja,” ungkapnya.

Rencana itu, imbuhnya, perlu dilaksanakan lantaran kerap terjadi kecelakaan di persimpangan Exit Tol Bawen lama. Di sana, terdapat kontur jalan yang menurun dari arah Terminal Bawen sehingga berpotensi membahayakan kendaraan yang berhenti di lampu lalu lintas persimpangan itu.

“Sehingga nantinya tidak ada cross dan (exit tol) dipakai untuk keluar saja atau langsung belok kiri.
Untuk yang mau ke kanan, bisa disiapkan u-turn sehingga tidak ada persimpangan dan lampu merah,” bebernya. (win)

BACA JUGA :

Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran
Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved