[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Day: September 24, 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang menggelar pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang yang akan bertarung dalam Pilkada 2024 pada Senin malam, 23 September 2024. Paslon Ngesti Nugraha-Nur Arifah (MUTIARA) memperoleh nomor urut 1, sementara lawannya, Nurul Huda-Yarmuji (HAJI), mendapatkan nomor urut 2.
Siap Berebut Kursi Ungaran 1! Ngesti Nugraha-Nur Arifah Nomor Urut 1, Nurul Huda-Yarmuji Nomor Urut 2
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang menggelar pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang yang akan bertarung dalam Pilkada 2024 pada Senin malam, 23 September 2024....
Sembilan remaja berusia belasan tahun diamankan jajaran Polsek Bandungan pada Senin (23/9/2024) pukul 21.00 WIB karena diduga hendak melakukan tawuran di wilayah Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Penangkapan ini bermula dari laporan warga Desa Jetis yang tengah ronda malam dan melihat sekelompok remaja berkumpul di sebuah ruko samping Ponpes Al Falah.
Diduga Hendak Tawuran, Sembilan 'Kreak' Bersenjata Tajam Diamankan Polisi di Bandungan
Sembilan remaja berusia belasan tahun diamankan jajaran Polsek Bandungan pada Senin (23/9/2024) pukul 21.00 WIB karena diduga hendak melakukan tawuran di wilayah Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang....
Pakai Dana Pribadi, Yasip Khasani Bayarkan BPJS Ketenagakerjaan Jukir
Pakai Dana Pribadi, Yasip Khasani Bayarkan BPJS Ketenagakerjaan Jukir
Pada apel besar dan pembinaan Juru Parkir (Jukir) di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Salatiga pada Selasa, 24 September 2024, Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, memberikan kejutan berupa pembayaran...
Pengundian nomor urut pasangan calon wali kota (cawali) dan calon wakil wali kota (cawawali) Salatiga berlangsung meriah dalam Rapat Pleno Terbuka di Kantor KPU Kota Salatiga pada Senin (23/9/2024). Pasangan dr. Robby Hernawan-Nina Agustin mendapatkan nomor urut 1, pasangan Juan Rama-Sri Wahyuni memperoleh nomor urut 2, dan pasangan Sinoeng Rachmadi-Budi Santoso mendapat nomor urut 3.
KPU Salatiga Tetapkan Nomor Urut Paslon: Optimisme Mengiringi Setiap Pasangan Cawali
Pengundian nomor urut pasangan calon wali kota (cawali) dan calon wakil wali kota (cawawali) Salatiga berlangsung meriah dalam Rapat Pleno Terbuka di Kantor KPU Kota Salatiga pada Senin (23/9/2024). Pasangan...

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban