[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Day: Juli 4, 2025

Prihati, seorang ibu muda yang tinggal di Jalan Ki Penjawi, Kelurahan Sidorejo Lor, Kota Salatiga, tengah berjuang menyelamatkan bayinya yang lahir prematur dengan usia kandungan 28 minggu dan berat 800 gram, sejak melahirkan pada Kamis (3/7/2025). Bayi tersebut harus menjalani operasi pembuatan stoma akibat pembusukan pada usus, karena tidak dapat buang air besar secara normal.
Berjuang Sendiri, Prihati Warga Ki Penjawi Salatiga, Berupaya Keras demi Kesembuhan sang Bayi
Prihati, seorang ibu muda yang tinggal di Jalan Ki Penjawi, Kelurahan Sidorejo Lor, Kota Salatiga, tengah berjuang menyelamatkan bayinya yang lahir prematur dengan usia kandungan 28 minggu dan berat 800...
Inflasi Jawa Tengah Tetap Terkendali Meski Panen Raya Usai
Inflasi Jawa Tengah Tetap Terkendali Meski Panen Raya Usai
Inflasi di Provinsi Jawa Tengah pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,24% (mtm), yang disampaikan oleh Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah di seluruh kota pantauan...
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening
Putusan MK Pisahkan Pemilu, Bondan Marutohening: Bisa Akhiri Tarik Ulur Kepentingan Pusat dan Daerah
Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, menyambut keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pemisahan pemilu nasional dan daerah yang dibacakan pada Kamis, 26 Juni 2025 di Ungaran. Ia menganggap...
Seorang warga Dusun Ngelo, Desa Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, menemukan benda yang diduga granat saat membersihkan kebun cabainya pada Rabu (2/7/2025) sore. Warga bernama Handoyo (36) melaporkan temuannya kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa keesokan harinya setelah sempat menyimpan informasi tersebut karena khawatir.
Warga Getasan Temukan Benda Diduga Granat Saat Bersihkan Kebun Cabai
Seorang warga Dusun Ngelo, Desa Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, menemukan benda yang diduga granat saat membersihkan kebun cabainya pada Rabu (2/7/2025) sore. Warga bernama Handoyo (36)...
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia Perwakilan Jateng, BBWS, dan pemangku kepentingan memulihkan lahan pertanian terdampak banjir di Kabupaten Grobogan dan Demak pada pertengahan 2025 untuk menjaga ketahanan pangan dan menstabilkan harga beras. Kegiatan yang melibatkan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Plh Kepala BI Jateng Nita Rachmenia, perwakilan Kementerian Pertanian, serta TPID provinsi dan kabupaten ini berlangsung di wilayah Karangtengah (Demak) dan Grobogan, Jawa Tengah.
Pemprov Jateng dan BI Bersinergi Pulihkan Sawah Tergenang Banjir di Grobogan-Demak
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia Perwakilan Jateng, BBWS, dan pemangku kepentingan memulihkan lahan pertanian terdampak banjir di Kabupaten Grobogan dan Demak pada pertengahan 2025...

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Ratusan siswa SMK Negeri 1 Salatiga menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Senin untuk mempertanyakan perubahan rencana pembangunan fasilitas yang sebelumnya disepakati sebagai ruang ekspresi siswa. Aksi muncul setelah siswa mendapat informasi lahan tersebut akan digunakan untuk ruang praktik. Kepala sekolah menyebut persoalan terjadi akibat miskomunikasi dan memastikan ruang ekspresi tetap dibangun di lokasi berbeda, sementara sekolah menggelar audiensi untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved