URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Prihati, seorang ibu muda yang tinggal di Jalan Ki Penjawi, Kelurahan Sidorejo Lor, Kota Salatiga, tengah berjuang menyelamatkan bayinya yang lahir prematur dengan usia kandungan 28 minggu dan berat 800 gram, sejak melahirkan pada Kamis (3/7/2025). Bayi tersebut harus menjalani operasi pembuatan stoma akibat pembusukan pada usus, karena tidak dapat buang air besar secara normal.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Berjuang Sendiri, Prihati Warga Ki Penjawi Salatiga, Berupaya Keras demi Kesembuhan sang Bayi

Berjuang Sendiri, Prihati Warga Ki Penjawi Salatiga, Berupaya Keras demi Kesembuhan sang Bayi

Berjuang Sendiri, Prihati Warga Ki Penjawi Salatiga, Berupaya Keras demi Kesembuhan sang Bayi

Prihati, warga Jalan Ki Penjawi, Kelurahan Sidorejo Lor, Kota Salatiga. Saat mengendong bayinya
Prihati, warga Jalan Ki Penjawi, Kelurahan Sidorejo Lor, Kota Salatiga. Saat mengendong bayinya
Featured Image

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Prihati, seorang ibu muda yang tinggal di Jalan Ki Penjawi, Kelurahan Sidorejo Lor, Kota Salatiga tengah berjuang keras demi kesembuhan bayinya yang lahir prematur dengan usia kandungan 28 minggu dan berat hanya 800 gram. Kini sang bayi mengalami kondisi serius hingga harus menjalani operasi pembuatan stoma akibat pembusukan pada usus.

Kepada wartawan, Prihati bercerita sebelum melahirkan, ia sempat dirawat dua hari di rumah sakit umum tanpa tanda-tanda kontraksi. Namun, tak lama setelah pulang, kontraksi pun muncul. “Waktu itu jam 9 pagi saya kontraksi, turun ranjang mau BAB, ternyata adik (Bayi – red) yang keluar,” ungkapnya, Kamis (3/7/2025).

Pasca persalinan, bayi langsung dirawat dalam inkubator selama 13 hari. Namun kondisi pencernaannya memburuk. “Tidak ada jalan BAB normal, hanya keluar flek,” tutur Prihati.

Akhirnya, dokter merujuk ke RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta. “Di sana langsung tindakan operasi stoma karena ada pembusukan di usus. Usus dipotong dan dibikin lubang stoma untuk BAB-nya,” jelasnya.

Kini, sang bayi usianya 4 bulan dan masih dalam pemantauan intensif oleh tim medis. Dokter menyarankan operasi lanjutan dapat dilakukan jika berat badan bayi sudah mencapai 4 kilogram. “Sekarang beratnya baru 2 kilo lebih,” ucap Prihati.

Di tengah perjuangan menjaga kesehatan anak, Prihati juga menghadapi kesulitan ekonomi. “Saya hutang sana-sini buat biaya perawatan. Plastik stomanya mahal dan harus diganti dua hari sekali,” katanya dengan nada lirih. Ia menambahkan, perlengkapan stoma kini diganti secara mandiri karena BPJS-nya sudah tidak aktif.

Prihati telah mengajukan bantuan ke Dinas Sosial dan saat ini masih menunggu prosesnya. “Saya juga lagi nunggu akte dan NIP anak saya biar bisa urus administrasi rumah sakit,” tambahnya.

Sebelumnya, Prihati berjualan untuk menyambung hidup, namun kini harus menggantungkan hidup pada bantuan karena fokus penuh merawat buah hatinya.

Ia berharap ada bantuan dari para dermawan maupun instansi terkait agar anaknya dapat segera menjalani operasi lanjutan. “Kondisi ini menguras tenaga dan biaya, tapi demi adik, saya kuat,” pungkasnya dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Lurah Sidorejo Lor, Giovanni Raisa, menyatakan bahwa pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Puskesmas, Dinas Sosial dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). “Kenapa kami mengedukasi, karena kami ingin warga kami berdikari dan mandiri serta memahami proses bantuannya seperti apa dan memberi suport pastinya,” ujarnya.

Giovanni menambahkan, koordinasi juga dilakukan dengan Puskesmas terkait aspek kesehatan dan dengan Dinas Sosial untuk bantuan sosial. “Dari PKK RW 06 kami minta ada perhatian khusus terhadap ibu Prihati beserta bayinya dan juga warga kurang mampu lainnya,” tandasnya.

Prihati saat diwawancara Rasika FM

BACA JUGA :

Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Sebuah rumah milik Paidi (65) di Dusun Kalangan RT 01 RW 05, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, terbakar pada Senin (8/6/2026) dini hari. Kebakaran diketahui setelah warga mendengar teriakan dari rumah korban dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tim Damkar dari sejumlah pos diterjunkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 04.34 WIB sehingga kebakaran tidak meluas. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kebakaran Landa Rumah Warga Pabelan, Damkar Gabungan Kabupaten Semarang dan Salatiga Berjibaku Jinakkan Api
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Empat anggota satu keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping kawasan wisata Posong, Taman Wisata Alam Posong, Rabu (27/5/2026). Polisi menduga korban mengalami keracunan setelah ditemukan mulut berbusa tanpa tanda kekerasan, sementara keluarga masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian.
Satu Keluarga Asal Banyubiru Ditemukan Tewas Saat Camping di Wisata Posong Temanggung

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Seorang jamaah haji asal Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Mustofa Ismail (67), menunaikan nazarnya dengan berjalan kaki sejauh sekitar 34 kilometer dari Asrama Haji Donohudan menuju...
Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana
Sempat Blokade Perbatasan Ungaran-Semarang, Empat Kreak Bersenjata Tajam Dibekuk Polisi
Polres Semarang menetapkan empat tersangka terkait aksi konvoi dan show of force menggunakan senjata tajam yang sempat meresahkan warga di Kabupaten Semarang. Para pelaku diduga berasal dari sejumlah geng...
Natalius Pigai mengapresiasi penyelenggaraan Festival HAM bertema “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila” yang digelar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana. Menurutnya, UKSW selangkah lebih maju dalam membangun kesadaran hak asasi manusia melalui dunia pendidikan.
Menteri HAM Apresiasi Inisiatif UKSW Salatiga Gelar Festival
Natalius Pigai mengapresiasi penyelenggaraan Festival HAM bertema “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila” yang digelar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana. Menurutnya, UKSW selangkah...
Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang melakukan aksi penutupan sebagian ruas jalan rusak menggunakan batu belah dan pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang diduga akibat lalu lalang truk tambang bermuatan berlebih. Warga meminta perbaikan jalan segera direalisasikan karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna.
Warga Wringinputih Pasang Batu Belah dan Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Truk Tambang Overtonase
Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang melakukan aksi penutupan sebagian ruas jalan rusak menggunakan batu belah dan pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang...
12 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–08.00 dan 14.00–16
12 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–08.00 dan 14.00–16.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,8 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang maksimum di perairan Semarang terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026 pada pagi serta siang hingga sore hari dengan tinggi muka air...
Muat Lebih

POPULER

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot