URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang warga Dusun Ngelo, Desa Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, menemukan benda yang diduga granat saat membersihkan kebun cabainya pada Rabu (2/7/2025) sore. Warga bernama Handoyo (36) melaporkan temuannya kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa keesokan harinya setelah sempat menyimpan informasi tersebut karena khawatir.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Warga Getasan Temukan Benda Diduga Granat Saat Bersihkan Kebun Cabai

Warga Getasan Temukan Benda Diduga Granat Saat Bersihkan Kebun Cabai

Warga Getasan Temukan Benda Diduga Granat Saat Bersihkan Kebun Cabai

Tim Jibom Gegana Brimob Polda Jateng melakukan sterilisasi lokasi penemuan benda diduga granat di sebuah kebun cabai milik warga Getasan, Kamis (3/7/2025) sore. Foto: Humas Polres Semarang
Tim Jibom Gegana Brimob Polda Jateng melakukan sterilisasi lokasi penemuan benda diduga granat di sebuah kebun cabai milik warga Getasan, Kamis (3/7/2025) sore. Foto: Humas Polres Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Seorang warga Dusun Ngelo, Desa Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, dikagetkan dengan penemuan benda yang diduga granat saat membersihkan kebun cabai miliknya, Rabu (2/7/2025) sore.

Warga bernama Handoyo (36) itu awalnya tengah menyiangi ilalang di sekitar kebunnya pada pukul 16.00 WIB, ketika menemukan sebuah benda logam yang bentuknya menyerupai granat. Karena merasa khawatir, ia memutuskan untuk pulang dan menyimpan informasi tersebut.

“Saya baru berani melaporkan ke pak Bhabinkamtibmas dan Babinsa keesokan harinya, saat mereka sedang sambang ke wilayah,” ujarnya, Jumat (4/7/2025).

Mendapat laporan dari warga, personel Polsek Getasan bersama tim Jibom Gegana Brimob Polda Jateng segera mendatangi lokasi penemuan. Garis polisi dipasang untuk mengamankan area, dan pada pukul 15.45 WIB dilakukan proses sterilisasi dan disposal (pemusnahan benda mencurigakan) oleh tim Gegana.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan bahwa pihak kepolisian langsung merespons cepat untuk memastikan keamanan warga.

“Personel Polsek Getasan dibantu Tim Gegana Brimob Polda Jateng sudah menangani penemuan tersebut. Prosedur pemusnahan atau disposal telah dilakukan sesuai standar,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan Tim Jibom Gegana Brimob Polda Jateng, Ipda Agus Santoso menyampaikan bahwa hasil analisis pasca-disposal menunjukkan benda tersebut bukan granat aktif.

“Setelah dilakukan disposal, tidak ditemukan unsur bahan peledak. Benda tersebut hanya berupa sejenis bandul atau hiasan logam yang bentuknya menyerupai granat, dan kondisinya sudah berkarat,” tegasnya. (win)

BACA JUGA :

Ratusan siswa SMK Negeri 1 Salatiga menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Senin untuk mempertanyakan perubahan rencana pembangunan fasilitas yang sebelumnya disepakati sebagai ruang ekspresi siswa. Aksi muncul setelah siswa mendapat informasi lahan tersebut akan digunakan untuk ruang praktik. Kepala sekolah menyebut persoalan terjadi akibat miskomunikasi dan memastikan ruang ekspresi tetap dibangun di lokasi berbeda, sementara sekolah menggelar audiensi untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Ratusan siswa SMK Negeri 1 Salatiga menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Senin untuk mempertanyakan perubahan rencana pembangunan fasilitas yang sebelumnya disepakati sebagai ruang ekspresi siswa. Aksi muncul setelah siswa mendapat informasi lahan tersebut akan digunakan untuk ruang praktik. Kepala sekolah menyebut persoalan terjadi akibat miskomunikasi dan memastikan ruang ekspresi tetap dibangun di lokasi berbeda, sementara sekolah menggelar audiensi untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved