KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pecahkan Rekor Leprid, Ribuan Orang Tua di Salatiga Bacakan Dongeng ke Anaknya

Pecahkan Rekor Leprid, Ribuan Orang Tua di Salatiga Bacakan Dongeng ke Anaknya

Pecahkan Rekor Leprid, Ribuan Orang Tua di Salatiga Bacakan Dongeng ke Anaknya

Bunda Literasi Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menginisiasi kegiatan membacakan buku cerita anak secara serentak bersama 1.275 ibu di Salatiga. Kegiatan ini digelar di Kota Salatiga dalam rangka memperingati HUT ke-1.275 kota tersebut. Acara berlangsung pada momen peringatan HUT Salatiga ke-1.275 dan berhasil mencatatkan rekor di Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) dengan nomor 912.
Foto Arief Rasika
Walikota Salatiga bersama Bunda Literasi, Retno Robby Hernawan. Melihat dari dekat orang tua saat bacakan cerita ke anaknya

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Masih rendahnya minat baca dikalangan anak anak saat ini membuat prihatin Bunda Literasi kota Salatiga, Retno Robby Hernawan.

Pihaknya kemudian mengandeng Pemkot untuk mengelar acara membacakan buku cerita untuk anak secara serentak dengan peserta 1.275 ibu sekaligus dalam rangka HUT Salatiga ke 1.275.

Kegiatan ini lalu dicatatkan pada rekor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia dengan catatan Rekor LEPRID nomor 912.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Hj Sarwanti menjelaskan jika kegiatan ini menyambut HUT Salatiga ke 1275. Menurutnya hal ini menjadi bagian dari pengembangan literasi bagi masyarakat.

“Kita berupaya sejak dini memperkenalkan anak anak dengan membaca buku. Dan juga orang tua bisa membiasakan untuk mengajak anak memegang buku,” jelas Sarwanti.

Dalam pemecahan rekor ini, semua bunda bersama-sama membaca buku cerita tradisional kepada anak.

Masing masing bercerita dalam waktu 30 menit.

Anak anak yang diajak pun usia dibawah lima tahun.

Walikota Salatiga dr Robby Hernawan SpOG dalam sambutannya menyatakan jika kegiatan ini bisa menjadikan anak anak untuk tidak terpaku kepada gadget.

“Sekarang banyaknya media sosial harus diimbangi dengan literasi. Sehingga kedekatan orang tua terhadap anak tetap terjaga,” jelasnya didampingi Retno Margiastuti, selalu Bunda Paud Kota Salatiga.

Pimpinan Leprid Paulus Pangka menjelaskan jika pencetakan rekor ini luar biasa.

Menurutnya, rekor membaca terbanyak sudah beberapa dilakukan. Tetapi untuk bunda bercerita kepada anak, ini baru pertama dilakukan.

“Ini adalah rekor ketujuh untuk kota Salatiga. Dan secara keseluruhan merupakan rekor ke 912 yang tercatat di Leprid,” jelas Paulus Pangka.

Retno Robby Hernawan saat diwawancarai media

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pengembang Perumahan Bandarjo Village Permai, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, belum merealisasikan pengembalian dana konsumen hingga pertengahan September 2026. Koordinator korban Matheus Dwi Rubiyanto mengatakan pengembang sebelumnya berkomitmen mengembalikan dana secara bertahap hingga akhir September, namun belum ada pembayaran yang diterima para korban.
Pengembalian Dana Tak Kunjung Dibayarkan, Konsumen Perumahan Bandarjo Village Berencana Polisikan Developer
[pekok2]