KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar

Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar

Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar

RASIKAFM.COM | SALATIGA — Puluhan knalpot brong hasil razia polisi akan disulap menjadi monumen peringatan di lingkungan SMKN 3 Salatiga. Monumen tersebut dibuat sebagai sarana edukasi agar pelajar tidak lagi menggunakan knalpot bising yang meresahkan masyarakat.

Peluncuran pembuatan monumen dilakukan Kapolres Salatiga, AKBP Ade Papa Rihi, saat apel akbar di Lapangan SMKN 3 Salatiga, Jalan Ja’far Shodiq, Kalibening, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, belum lama ini.

Sedikitnya 24 knalpot brong hasil penindakan Polres Salatiga diserahkan secara simbolis kepada pihak sekolah untuk dijadikan monumen. Penyerahan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara antara Polsek Tingkir dan SMKN 3 Salatiga.

Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi mengatakan monumen tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi para pelajar tentang pentingnya tertib berlalu lintas sekaligus menjaga kenyamanan lingkungan.

“Monumen ini menjadi sarana edukasi agar pelajar memahami dampak penggunaan knalpot brong terhadap masyarakat,” kata Ade.

Menurutnya, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis bukan hanya pelanggaran lalu lintas, tetapi juga dapat memicu keresahan sosial akibat kebisingan yang ditimbulkan.

“Knalpot brong bukan hanya menimbulkan kebisingan, tetapi juga berpotensi memicu gesekan sosial dan gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Ade menjelaskan tren penggunaan knalpot brong di kalangan remaja kerap dipengaruhi media sosial serta budaya balap liar. Karena itu, selain melakukan penindakan di lapangan, kepolisian terus menggencarkan edukasi ke sekolah-sekolah.

Kapolres memastikan penindakan terhadap penggunaan knalpot brong tetap dilakukan melalui patroli rutin, sosialisasi, hingga pembinaan kepada bengkel kendaraan bermotor.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Salatiga, Sriyanto, menyambut baik pembuatan monumen tersebut. Menurutnya, keberadaan monumen dapat menjadi media pembelajaran yang efektif bagi siswa dalam memahami pentingnya disiplin berlalu lintas.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 576 siswa kelas X dan XI mengikuti apel bersama serta pembacaan ikrar penolakan penggunaan knalpot brong sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman.

Pihak sekolah berharap monumen knalpot brong nantinya tidak hanya menjadi simbol penegakan aturan lalu lintas, tetapi juga pengingat bagi generasi muda agar lebih bijak dalam berkendara dan menghormati hak masyarakat atas lingkungan yang bebas dari kebisingan.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]