RASIKAFM.COM | SALATIGA – Menginjak usia ke 46 jejak prestasi Ruwiyati belum tergantikan. Rekor maraton yang ditorehkan atlet kebanggaan Kota Salatiga itu puluhan tahun silam masih bertahan hingga sekarang.
Sabtu (24/10/2026), Ruwiyati kembali mendapat kehormatan. Bukan untuk turun berlomba, melainkan membawa obor Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 dalam rangkaian kirab menuju Stadion Jatidiri, Kota Semarang.
Obor yang apinya bersumber dari Api Abadi Mrapen itu tiba di halaman Kantor Pemerintah Kota Salatiga. Rombongan disambut Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan Sp.OG., Wakil Wali Kota Nina Agustin, kepala perangkat daerah, serta sejumlah tamu undangan.
Dari Salatiga, tongkat estafet dipercayakan kepada Ruwiyati. Sosoknya bukan nama sembarangan dalam sejarah olahraga Salatiga.
Dia tercatat sebagai pemegang rekor maraton SEA Games dengan catatan 2 jam 34 menit 37 detik yang dibukukan sejak 1995.
Catatan lainnya bahkan bertahan lebih lama. Rekor maraton PON miliknya, 2 jam 45 menit 47 detik, belum terpecahkan sejak 1993.
Ruwiyati berharap kirab obor tersebut tidak hanya menjadi seremoni menjelang Porprov. Api yang dibawanya diharapkan ikut menyalakan semangat atlet-atlet muda Salatiga untuk mencetak prestasi baru. Termasuk suatu saat memecahkan rekor yang masih atas namanya.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan, api Porprov menjadi simbol perjuangan, persatuan, sekaligus tekad untuk meraih prestasi.
“Bagi Kota Salatiga, menjadi bagian dari rangkaian kirab obor ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus kehormatan,” ujarnya.
Menurut Robby, setelah singgah di Salatiga, obor diserahkan kepada atlet berprestasi untuk melanjutkan perjalanan menuju Pendopo Kabupaten Semarang di Ungaran. Ia berharap semangat dari kirab tersebut ikut menginspirasi lahirnya atlet-atlet hebat dari Salatiga.
“Semoga semangat yang dibawanya terus menyala, menginspirasi lahirnya atlet-atlet hebat, serta membawa kesuksesan bagi penyelenggaraan Porprov XVII Jawa Tengah Semarang Raya Tahun 2026,” Ujarnya.









