KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

BMKG Latih Kesiapsiagaan Warga Bandungan, Ancaman Gempa hingga Longsor Jadi Perhatian

BMKG Latih Kesiapsiagaan Warga Bandungan, Ancaman Gempa hingga Longsor Jadi Perhatian

BMKG Latih Kesiapsiagaan Warga Bandungan, Ancaman Gempa hingga Longsor Jadi Perhatian

KABUPATEN SEMARANG – Menghadapi gempa bumi bukan sekadar soal mengetahui kapan guncangan terjadi, tetapi juga bagaimana menyelamatkan diri dalam hitungan detik. Untuk memperkuat kesiapsiagaan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melatih masyarakat melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) di Balai Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Rabu (28/10/2026).

Sebanyak 55 peserta dari unsur pemerintah daerah,BPBD, masyarakat, Media, akademisi, serta pengelola objek vital mengikuti kegiatan yang memadukan pemahaman teori dengan simulasi penanganan gempa bumi.

Plt. Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, mengatakan, kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum bencana terjadi. Masyarakat tidak cukup hanya mengetahui potensi ancaman, tetapi juga harus memahami tindakan penyelamatan diri yang tepat.

Melalui sekolah lapang ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai karakteristik gempa bumi, potensi ancaman di Kabupaten Semarang, serta langkah mitigasi yang dapat diterapkan di lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja.

Kabupaten Semarang menjadi salah satu wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas kegempaan. Keberadaan struktur sesar di kawasan Ungaran dan Rawa Pening menjadi bagian dari potensi geologi yang perlu dipahami masyarakat.

Risiko yang dihadapi juga tidak berhenti pada guncangan. Kondisi geografis Candi dan Bandungan yang berbukit membuat potensi longsor sebagai dampak ikutan gempa perlu diperhitungkan, terutama dalam menentukan jalur evakuasi dan lokasi berkumpul yang aman.

Simulasi untuk Membentuk Respons yang Tepat

Salah satu bagian penting kegiatan ini adalah simulasi penyelamatan diri. Peserta berlatih melindungi diri ketika guncangan terjadi, kemudian melakukan evakuasi menuju titik kumpul dengan memperhatikan prosedur keselamatan.

Latihan tersebut diharapkan membentuk respons yang lebih terarah ketika menghadapi situasi darurat. Dalam kondisi gempa, kepanikan dan keputusan yang keliru dapat meningkatkan risiko cedera, sehingga pemahaman mengenai langkah penyelamatan perlu dilatih secara langsung.

BMKG juga menekankan pentingnya mengenali lingkungan sekitar, mengetahui jalur evakuasi, serta menghindari area yang berpotensi terdampak longsor. Setelah guncangan berhenti, masyarakat perlu tetap waspada terhadap bahaya lanjutan dan mengikuti arahan petugas.

Berbeda dengan sosialisasi yang lebih banyak menitikberatkan pada penyampaian informasi, sekolah lapang dirancang secara kontekstual sesuai potensi bencana di wilayah setempat. Pembelajaran dilakukan sepanjang hari agar peserta memperoleh pemahaman sekaligus pengalaman praktik.

Peserta mengikuti simulasi mitigasi bencana gempa bumi
55 Peserta Diharapkan Menjadi Agen Edukasi

BMKG berharap 55 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada keluarga, rekan kerja, serta masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dengan demikian, kesiapsiagaan tidak berhenti di lokasi pelatihan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan bersama dalam menghadapi ancaman bencana.

Kegiatan yang diselenggarakan Balai Besar MKG Wilayah II ini juga diikuti secara daring oleh anggota Komisi V DPR RI, Drs. Fadholi, serta Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Ibu Dr. Teguh Rahayu, S.Kom., M.M.

Pemerintah Kecamatan Bandungan menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap edukasi kebencanaan dapat menjangkau lebih banyak warga.

BMKG mengingatkan bahwa waktu terjadinya gempa bumi tidak dapat dipastikan secara tepat. Karena itu, upaya terbaik yang dapat dilakukan masyarakat adalah memahami risiko, menyiapkan langkah penyelamatan, berlatih secara berkala, dan mengakses informasi dari kanal resmi BMKG.

Kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini diharapkan dapat membantu warga Bandungan menghadapi gempa dengan lebih tenang, mengambil tindakan secara tepat, serta mengurangi risiko korban jiwa.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
28 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Hujan Lebat
Tolak Geotermal Gunung Ungaran, Barisan Massa Kabupaten Semarang Desak Presiden Copot Menteri ESDM
Tolak Geotermal Gunung Ungaran, Barisan Massa Kabupaten Semarang Desak Presiden Copot Menteri ESDM
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
[pekok2]